PKH di Kota Sukabumi Tidak Tepat Sasaran

0
142

KOTA SUKABUMI.- Warga miskin di Kota Sukabumi menilai, bahwa pembagian penerima hak program PKH (Program Keluarga Harapan) tidak tepat sasaran. Hal ini yang kemudian kerap menjadi permasalahan di lingkungan warga masyarakat dan tidak jarang kerap terjadi cekcok antar warga.

Program unggulan Presiden Jokowi yang mencakup BPNT, BSM atau KIP, dan BPJS atau KIS tersebut, seharusnya dapat diserap dan dirasakan oleh warga yang benar – benar membutuhkan bantuan tersebut, pasalnya dengan bergulirnya program sosial itu, sangat membantu bagi warga miskin.

“Tapi sayang, pendataan penerima hak program tersebut kerap meleset atau tidak tepat sasaran, sehingga menimbulkan kecemburuan bahkan cekcok,” kata salah seorang warga, Dudi Permana (41).

Ia menyebutkan, pendataan seharusnya dilakukan secara benar dan objektif sesuai dengan kondisi sosial warga masyarakat yang sebenarnya yakni patut untuk mendapatkan bantuan program dari pemerintah tersebut. Sehingga berbagai program Pak Jokowi itu dapat bermanfaat sesuai dengan fungsi dan keperluannya.

“Faktanya dilapang, yang miskin banyak yang tidak menerima bantuan program tersebut, tapu keluarga pejabat lingkungan seperti RT dan RW malah bisa menikmati program tersebut, ini harus disikapi,” katanya.

Saat berbincang di Posko Rumah Relawan Jokowi Ma’ruf Amin Sabtu (9/3/19) Dudi mengungkapkan, gagasan dilahirkannya berbagai program sosial oleh pemerintah saat ini tentunya bertujuan untuk mensejahterakan warga masyarakat, bukan karena adanya syarat kepentingan.

“Seharusnya pejabat lingkungan dapat mendorong pemerintah pusat dalam mensukseskan program Pak Jokowi, bukan malah sebaliknya dan terkadang membuat blunder,” ungkap Dudi.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan akan mengawal progam unggulan pemerintah tersebut di lingkungan dengan baik, dengan harapan bahwa program tersebut bisa bermanfaat bagi penerima manfaat yang sesungguhnya.

“Kami akan kawal terus program pemerintah ini, kami akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan permasalahan kesenjangan sosial tersebut berjalan dengan objektif,” pungkasnya. (Eko Arief)


Komentar Anda?