Pj Kuwu Kanci Kulon : Premanisme di proyek PLTU 2 tersebut adalah fakta

0
1965
Muhyidin, Pj Kuwu Kanci Kulon

INAPOS, CIREBON,- Perkelahian yang terjadi antara warga yang diduga preman dengan pekerja proyek PLTU 2 Cirebon, terus mendapat sorotan dan kini datang dari pejabat (Pj) Kepala Desa (Kuwu) Kanci Kulon, Muhyidin.

“Sepertinya, apa yang telah diberitakan tersebut bahwa adanya jatah preman dari perusahaan pengelola proyek PLTU 2 tersebut benar adanya,” papar Muhyidin kepada Inapos, Sabtu (30/11/2019) melalui saluran telepon.

Ia melanjutkan, sudah menjadi rahasia umum bahwa premanisme yang menguasai persoalan – persoalan di PLTU 2 Cirebon, menurutnya sudah berlebihan.

“Preman-preman yang berkeliaran didalam proyek PLTU tersebut memang sering meminta jatah dan mereka lebih dihargai dari pada pejabat pemerintahan seperti saya. Hal ini mengapa saya sampaikan karena, saya selaku Pj Kuwu telah melayangkan surat tiga kali ke PT. Hyundai terkait pembuangan limbah di tanah aset milik Desa Kanci Kulon tapi diacuhkan. Sedangkan informasi yang saya dapat, PT.Hyundai menyalurkan anggaran terkait limbah tersebut namun mengalir ke preman yang bersembunyi dibalik nama Karang Taruna dan dananya cukup besar,” tegasnya sedikit kesal.

Menurutnya, pihak kepolisian dengan adanya kasus perkelahian tersebut menjadi pintu masuk membongkar aksi premanisme yang menguasai proyek PLTU 2 Cirebon.

“Harusnya pihak kepolisian harus menyelidiki lebih dalam yang nanti mengerucut soal jatah preman yang nilainya jutaan rupiah. Saya malah menduga, ada campur tangan mantan preman yang sudah tidak dipakai PT. Hyundai dalam keributan tersebut,” keluh Muhyidin.

Pihak kepolisian resort (Polres) Cirebon Kota melalui Kasat Reskrim saat dimintai informasi hasil pemeriksaan terhadap Mhd serta As pelaku perkelahian, belum memberikan jawaban. (Cep’s)