0 2 min 6 tahun
JAKARTA,.- Natalius Pigai, mantan komisioner Komnas HAM menilai Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungannya ke Papua beberapa waktu yang lalu hanya wisata.  Menurutnya, gembar-gembor pembangunan infrastruktur di Papua yang kerap digaungkan pemerintah jauh dari kenyataan di lapangan.

“Saya katakan perjalanan presiden ke daerah itu lebih berorientasi wisata pembangunan. Melihat lihat saja apa yang didengar oleh presiden. Tapi presiden tidak tahu pembangunan konkret di lapangan,” kata Pigai di Resto Raden Bahari, Jakarta Selatan, Jumat (20/4).
Lanjut Pigai, sejauh ini pemerintah baru merealisasikan 2 janji dari total 39 janji saat hendak mencalonkan presiden pada 2014, yaitu pembangunan ruas jalan baru Wamena-Duga dan pembangunan pasar kecil, Pasar Mamak-mamak.
Apa yang sering disaksikan oleh masyarakat di luar Papua melalui pemberitaan media itu tak sepenuhnya benar.
Ia mencontohkan jalan di PT Freeport Indonesia yang seringkali dianggap sebuah jalan tol yang dibangun pemerintah.
“Saya katakan bahwa presiden lebih banyak berwisata pembangunan. Karena apa, presiden hanya mendengar dari para stafnya dan juga membaca dari media,” imbuhnya.
Pigai menambahkan, bahwa tingkat kemiskinan masyarakat Papua semakin bertambah. Angka kematian ibu dan bayi yang semakin mengkhawatirkan. 
“Beberapa waktu lalu kita juga lihat hampir sekian puluh orang mati di Asmat demikian pula pada saat yang sama ada lebih dari 40-an orang mati di Kabupaten Dogiai di Papua,” bebernya.
Karena banyak janji pemerintah yang tidak ditepati, Pigai mengajak masyarakat untuk mencabut mandat dari Presiden Jokowi.
“Janji-janjinya tidak mampu ditepati oleh presiden maka rakyat Indonesia berhak mencabut kedaulatannya. Kenapa, karena kedaululatan itu dimiliki oleh rakyat, kedaulatan tersebut diberikan pada presiden pada saat pemilihan,” tandasnya. (Cep’s)