PG Rajawali II Tegaskan Penutupan PG Sindang Laut Bukan Kebobrokan Management

0
136
KOTA CIREBON.- Penutupan Pabrik Gula (PG) Sindang Laut (SL) dipastikan tidak ada intervensi baik politik maupun lainnya dan bukan kebobrokan dari management.

Hal tersebut diungkapkan Sekertaris Perusahaan PT PG Rajawali II Erwin Yuswanto kepada awak media di kantornya, Jl. Wahidin, Kamis (12/3/20).
Menurutnya, penutupan Pabrik Gula (PG) Sindang Laut (SL) dikerenakan keterbatasan bahan baku dan sudah ada kesepakatan antara management dengan para petani tebu.
“Kebijakan penutupan PG SL ini sudah disepakati bersama dengan petani tebu, jadi tidak ada masalah. Ini murni keterbatasan bahan baku,” ujar Erwin.
Dijelaskan Erwin, PG SL sejak 2017 hendak ditutup, tapi waktu itu, ada kesepakatan petani akan menambah area tanaman tebu.
Namun tak juga bertambah, malah berkurang. Dampaknya bahan baku tebu pun menyusut dan membuat managemen PT PG Rajawali II mengalami kerugian sejak tahun 2016.
Akhirnya pihak independen melakukan kajian. Dan hasil kajian tersebut berupa direkomendasikan PG SL ditutup, dan mempertahankan PG Tersana Baru (TB). Ini kemudian disosialisasikan.
“Jadi sudah sejak lama PG SL akan ditutup. Namun, baru terealisasi pada tahun ini atas kesepakatan managemen dan petani itupun sudah ada sosialisasi terlebih dahulu,” jelas Erwin.
Walaupun PG SL ditutup, lanjut Erwin hasil tebu para petani yang selama ini masuk ke PG SL, pihaknya masih mengcover untuk masuk di PG Tersana Baru.
“Kami pastikan, hasil tebu para petani masih kami cover untuk di PG TB,” pungkasnya. (Kris)