PG Rajawali II Lakukan Operasi Pasar Stabilkan Harga Gula

0
56

KOTA CIREBON.- Kelangkaan gula pasir akhir-akhir ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Jikalaupun ada, harga gula sangat memberatkan masyarakat yaitu dikisaran 16.000 – 18.000 per kilogram, itupun gula dalam kemasan plastik biasa tanpa merk.

Atas situasi tersebut, PT PG Rajawali II telah merencanakan melakukan operasi pasar di beberapa titik di wilayah kerja perusahaan meliputi Babakan, Sindanglaut, Cirebon, Palimanan, Jatitujuh, dan Subang. Operasi pasar gula ini dilakukan berkesinambungan sampai pabrik gula melaksanakan giling di kisaran medio Juni 2020.

Direktur Utama PT PG Rajawali II Sagita Hariadin mengatakan, PT PG Rajawali II menggelontorkan 5-10 ton gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya iedul fitri 1441 H, pada harga dipatok Rp. 12.000 – Rp. 12.500,-/kg dengan mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan RI, Nomor 07 Tahun 2020.

“Untuk pemerataan, kami memberlakukan ketentuan setiap orang yang membeli dibatasi maksimal 2kg,” ujarnya, Sabtu (23/5/20).

Masih kata Sagita Hariadin, dalam 2 hari menjelang lebaran ini, telah digelar operasi pasar di Desa Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Desa Lemahabang & Desa Cipeujueh, Kec.Sindanglaut, Kabupaten Cirebon, di Pasar Kramat, Pasar Kanoman Kota Cirebon.

“Dengan pertimbangan situasi pandemi covid-19 ini, dimana dibeberapa titik lokasi merupakan lokasi dengan status RED ZONE, maka dalam menentukan lokasi operasi pasar, kami berkoordinasi dengan Muspika dan didampingi oleh aparat kepolisian sector setempat serta koramil agar pelaksanaan operasi pasar ini dapat berjalan dengan tertib,” jelasnya.

Sagita Hariadin memastikan pelaksanaan operasi pasar selama terjadinya pandemic covid-19 ini harus memperhatikan prosedur penanganan dan pencegahan Covid-19.

“Prosedur tersebut antara lain, pembeli diwajibkan memakai masker, cuci tangan yang disediakan di lokasi dan pengecekan suhu tubuh menggunakan ThermoGun,” terangnya.

Operasi pasar ini diharapkan dapat menekan harga gula dipasaran sesuai harapan pemerintah dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp. 12.500,- per kilogram. (Kris)