Dandim 0716/Demak, Letkol Czi Pribadi Setya Pratomo.

DEMAK, Inapos.com – Pernyataan anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon, yang menyebut TNI layaknya gerombolan, membuat banyak pihak geram. Pasalnya pernyataan yang menyudutkan TNI dengan mengatakan kelakuan TNI lebih-lebih dari organisasi masyarakat (ormas) melukai seluruh keluarga besar TNI dan berbagai komponen bangsa lainnya.

Effendi Simbolon juga menyoroti berbagai informasi mengenai adanya ketidakpatuhan hingga pembangkangan di tubuh TNI. Ia menilai dengan segala keributan tersebut, TNI tidak ubahnya seperti gerombolan.

“Ini TNI kaya gerombolan aja. Lebih-lebih ormas, jadinya tidak ada kepatuhan,” kata Effendi Simbolon dalam rapat kerja dengan Panglima TNI di DPR pada Senin (05/09) lalu.

Menyikapi hal tersebut, Komandan Kodim 0716/Demak (Dandim 0716/Demak), Letkol Czi Pribadi Setya Pratomo, menyebut bahwa pernyataan seperti itu tidak selayaknya keluar dari mulut seorang anggota DPR RI yang terhormat. Apalagi sampai mengurusi tentang masalah internal TNI.

“Dalam hubungan ketatanegaraan diselenggarakan secara saling menghargai kesetaraan dengan menjalankan fungsinya masing-masing. Bukan malah selalu menyudutkan, apalagi sampai terkesan menempatkan diri di atas dengan mengintervensi masalah internal salah satu pihak,” ucap Dandim dalam jam Komandan, di Markas Kodin 0716/Demak, Jum’at (9/9) lalu.

Pernyataan Effendi Simbolon terhadap TNI bukan menyejukkan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, tetapi menimbulkan polemik dan kontra produktif dengan program-program Pemerintah dalam ketahanan nasional.

Kepada media, Selasa (13/9/2022) Letkol Czi Pribadi Satya Pratomo, menyampaikan bahwa TNI menjadi garda terdepan dalam mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, TNI juga selalu hadir membantu pemerintah dalam berbagai program guna mensejahterakan rakyat, membantu tugas kepolisian di penegakkan Kamtibmas dan selalu berkolaborasi dengan semua komponen bangsa guna mencapai tujuan nasional.

“Kalau memang dikatakan kami tidak solid, tidak mungkin TNI dan Polri akan dapat membantu percepatan pencapaian target pemerintah dalam mengatasi berbagai krisis, tidak mungkin sebuah institusi yang dikatakan sebagai gerombolan akan siap sedia yang pertama dan tercepat digerakkan dalam menghadapi kedaruratan dengan dukungan awal yang minim,” tegasnya.

“Tak hanya menyebut TNI seperti gerombolan, saudara Effendi Simbolon juga menyebut di dalam tubuh TNI juga terjadi pembangkangan dan disharmoni. Bahkan kami nilai sangat merendahkan para Pimpinan TNI, khususnya TNI AD dengan pernyataan seolah-olah Pimpinan TNI AD tidak menghargai institusi legislatif, DPR RI. Silahkan melihat rekam jejak kejadiannya melalui media sosial secara utuh, kami kira masyarakat dapat menilai secara bijak apakah ujaran seperti itu yang diharapkan keluar dari lidah seorang wakil rakyat yang terhormat. Kami yakin masih banyak anggota DPR, khususnya Komisi 1 yang lebih bijak daripada Saudara Effendi Simbolon,” paparnya.

Dandim juga menuturkan, Kami selaku generasi penerus TNI yang selalu berjuang dengan penghormatan kepada para pendahulu kami, terutama Bapak Tentara Nasional Indonesia, yaitu Jenderal Besar Sudirman, yang selalu berpesan untuk Pelihara TNI, pelihara angkatan perang kita, jangan sampai TNI dikuasai oleh partai politik manapun juga. “Ingatlah, bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan prajurit yang mudah dibelokkan haluannya, kita masuk dalam tentara, karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara,” tegasnya. (red*)