Peringati HPSN, Pudji Ajak Warga Hidup Sehat

0
262

SUKABUMI.- Di Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019, Pudji Hartanto mengajak warga masyarakat khususnya di Kota dan Kabupaten Sukabumi, untuk memberdayakan dan membiasakan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS).

Seruan Caleg DPR-RI Partai Nasdem Nomor Satu Dapil Kota Kabupaten sukabumi tersebut harus mampu diaplikasikan dalam keseharian aktivitas m8asyarakat. Selain dapat menjadikan lingkungan yang bersih dan nyaman, maka kesehatan masyarakatnya pun akan terjamin.

“Membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan gotong royong kerja bakti membersihkan lingkungan misalnya, ini akan membuat PHBS tersebut menjadi budaya di masyarakat,” katanya, Kamis (21/2).

Bukan hanya sebatas dalam mempringati HPSN saja, kepedulian terhadap permasalahan sampah ini harus menjadi perhatian utama, pasalnya dampak dari pembiaran sampah yang berserakan di lingkungan itu, selain akan membuat masalah bagi alam maka jelas akan bermasalah bagi manusia juga.

“Terjadinya banjir dan maraknya nyamuk aedes aegipty atau malaria yang terdapat ditengah masyarakat misalnya, hal tersebut diakibatkan karena permasalahan sampah,” paparnya.

Masih dalam rangka HPSN, Mantan Kepala Korp Lalu Lintas Polri dan Dirjen Perhunungan Darat Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI tersebut berharap, agar masyarakat bisa menjadi bagian dari solusi dalam mengurai permasalahan sampah yakni dengan cara, mengurangi pemakaian tas plastik sekali pakai. Hal itu menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi.

“Selain dapat menghemat pengeluaran dengan tidak membayar tas plastik, juga berkontribusi untuk mengurangi sampah plastik. Baiknya membawa tas belanja sendiri,” jelasnya.

Pudji juga menyarankan agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk tidak menggunakan sendok dan garpu dari plastik. Pasalnya bukan hanya tak ramah lingkungan, juga tidak baik untuk kesehatan.

“Polimer beracun pada sendok dan garpu plastik bisa ikut termakan saat digunakan menyantap hidangan panas. Tentunya zat plastik yang termakan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan gangguan fungsi hati, pencernaan,” pungkasnya. (Eko Arief)