Peringati HPI, Inilah Komitmen Bea Cukai Menjadi Institusi Terkemuka di Dunia

0
209

Inapos, Jakarta.- Menjawab segala tantangan di era perkembangan informasi dan teknologi, Bea Cukai berkomitmen untuk terus menaikkan levelnya sebagai institusi kepabeanan dan cukai yang terkemuka di dunia. Dalam rangka peringatan Hari Pabean Internasional (HPI) yang ke-67, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengadakan apel luar biasa dengan tema ‘SMART Borders for Seamless Trade, Travel and Transport’, Selasa (29/01/19) .

Dalam amanatnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengungkapkan, “kita bukan hanya sebagai bagian dari Institusi Kepabeanan Internasional, namun harus ikut memikirkan bagaimana institusi kepabeanan melakukan tugas dan peran. Hal ini dimaksudkan bahwa, Bea Cukai Indonesia ke depannya harus memiliki peranan dalam menentukan kebijakan internasional di bidang kepabeanan dan cukai terutama di WCO,” kata Heru.

Peran Bea Cukai saat ini antara lain dengan berperan aktif mengajak komunitas Bea Cukai internasional dalam pemberantasan narkoba dan trans national organized crime melalui kegiatan ‘joint operation’. Bea Cukai juga berperan aktif dalam forum internasional baik WCO maupun WTO dalam pandangan kebijakan terkait e-commerce terutama intangible goods.

Untuk mewujudkan cita-cita Bea Cukai menjadi institusi yang terkemuka di dunia, Bea Cukai terus melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia melalui penguatan budaya kerja, penguatan integritas, dan peningkatan profesionalisme. Selain itu, Bea Cukai juga membentuk sistem SMART CUSTOMS AND EXCISE berbasis teknologi yang mengakomodasi prinsip-prinsip Integrasi data, penggunaan Big data, Artificial Intelligence dan risk management. Hal ini tentunya sejalan dengan concern WCO yang mengadopsi prinsip SMART (Secure, Measureable, Automated, Risk Management based, Technology driven) dalam penyelenggaraan administrasi kepabeanan.

Pada hari yang sama, Bea Cukai mengadakan diskusi panel tentang inovasi Ceisa 4.0 yang menghadirkan narasumber Muhammad Sigit selaku Deputi Bidang Pencegahan PPATK, Rudy Brando Hutabarat selaku Direktur Departemen Pengelola Devisa Bank Indonesia, dan Alif Suaidi selaku Direktur Sistem Teknologi dan Informasi Keimigrasian. Pada kesempatan tersebut, Heru Pambudi juga meluncurkan salah satu inovasi subsistem terintegrasi dalam SMART CUSTOMS AND EXCISE berupa Passenger Risk Management (PRM).

“Bea Cukai harus mengadaptasi perkembangan teknologi dalam melakukan pengawasan. Ke depan Bea Cukai mempunyai sistem manajemen risiko yang berlandaskan teknologi informasi sehingga pengawasan terhadap barang berbahaya akan lebih optimal,” pungkas Heru. (Elwan)


Komentar Anda?