Perda RTRW 2018-2038 Pesanan Pengusaha

0
489

KABUPATEN CIREBON- Satu persatu pejabat korban mutasi di Kabupaten Cirebon mulai berani angkat bicara pada media, berbeda dari kasus Kepala Sekolah yang berkinerja buruk di SMP Negeri 2 Pangenan, ternyata ada lagi pejabat setingkat Kapala Bidang dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon yang ditendang dan dimutasikan menjadi Sekretaris Camat atau Sekmat Sedong.

Disinggung tentang mulai tumbuhnya keberanian para pejabat yang dimutasi secara semena mena oleh Kepala Daerah yang di OTT oleh KPK RI, Wisono Sekmat Sedong lantang membeberkan ihwal banyaknya kekacauan yang terjadi di Kabupaten Cirebon termasuk terbitnya Perda RTRW hasil revisi.

“Zona industri yang masuk kedalam revisi Perda RTRW 2018-2038 itu banyak pesanan-pesanan dari para pengusaha kakap yang menitipkan melalui penguasa sehingga zona kawasan seluas 7500 Hektar hingga 8.000 hektar sebagai zona budidaya nasional dimasukan kedalam zona industri,” jelas Wisono saat ditemui di komplek pemerintahan Kecamatan Sedong Cirebon, Rabu (6/3/2019).

Selain itu Wisono menerangkan di sepanjang pesisir timur Cirebon merupakan sentra tambak dan garam dimana Kabupaten Cirebon merupakan penghasil garam terbaik dan terbanyak di Indonesia pada tahun 2014 dengan bentang pantai mencapai 75 Kilometer.

“Perlu digaris bawahi bahwa di Kecamatan Gebang dan Kecamatan Losari itu merupakan kawasan untuk budidaya pertambakan dan garam, dimana dulu pada tahun 2014 dari pihak Kementerian Kelautan Republik Indonesia telah melakukan penelitian untuk kawasan pengembangan budidaya nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wisono titik kordinat kawasan pengembangan budidaya nasional dan itu ada dokumennya di DKP Kabupaten Cirebon, karena yang meneliti merupakan para ahli dari Kementerian Kelautan RI, selain itu Wisono menambahkan dirinya mengaku tidak alergi pada pembangunan industri di kawasan timur Cirebon.

“Namun perlu diingat juga bahwa pembangunan industri itu harus ramah lingkungan dan sudah seharusnya industri yang berdiri di Kecamatan Gebang dan Losari memberikan dukungan pada budidaya pertambakan dan garam serta penangkapan, selain itu harus menghargai dan menjaga kearifan lokal yang sudah ada,” ujarnya.

Wisono menambahkan ada contoh nyata di wilayah Gebang dimana pasar ikan yang dibangun dan di kelola KUD tapi anehnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya, itu bukan rahasia lagi kalau pasar ikan yang di bangun anggarannya dari Dinas Koprasi dan UKM Kabupaten Cirebon.  (yon/inapos)