INAPOS, KUNINGAN,- Untuk segera memulihkan perekonomian Nasional, pemerintah menggelontorkan Kredit Usaha Rakyat Super Mikro (KUR Supermi) melalui BRI dan diprioritaskan bagi penerima Bantuan Presiden Bantuan Permodalan Usaha Mikro (Banpres BPUM) yang kini berjalan pada tahap II.Seperti yang disampaikan Diretkur Utama BRI Sunarso pada beberapa waktu lalu, KUR Supermi ini telah mencapai Rp. 1,95 triliun hingga September lalu atau 19,5% dari plafon kuota yang diberikan oleh Pemerintah.

Begitupun penyaluran KUR Supermi di Kabupaten Kuningan. “Info sementara yang kami terima dari rekan-rekan unit di daerah bahwa penyaluran KUR Supermi ini hampir mencapai target menyeluruh khususnya bagi penerima manfaat BPUM,” jelas Arif Budiman Manajer Perkeriditan Mikro (MPM) Kantor Cabang BRI Kuningan kepada Inapos, Kamis (19/11/2020) di ruangannya.

Penyaluran KUR Supermi ini, menurut Arif bahwa pada setiap unit bagi pelaku UMKM yang menerima program manfaat BPUM ditawari peogram KUR Supermi ini. “Bagi mereka yang mengajukan KUR Supermi dan mereka penerima BPUM ya segera kita prioritaskan namun tetap mengacu kepada aturan-aturan perbankan, seperti apakah calon nasabah masuk Slik BI atau tidak,” paparnya.

Saat ditanyakan bagaimana pengaruh besar terhadap perkeriditan mikro dimasa Pandemi Covid-19 ini, dirinya belum bisa menjawab secara detil. “Yang jelas memang pengaruhnya cukup besar. Namun jika ditanya terkait angka-angka, kami belum bisa menyampaikan berapa persennya karena belum adanya evaluasi. Dan sekarang data pun langsung ke pusat,” jawabnya. (Cep’s)