Penusukan Ulama, Diduga Terorganisir

0
58

INAPOS, SUMATERA BARAT,- Adanya penusukan ulama, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P menduga, ada kelompok terorganisir.

Menikik beberapa kasus penusukan ulama yang terjadi sejak tahun 2016 hingga 2018, hingga penusukan terakhir yang menimpa Syekh Ali Jaber akhir pekan lalu, Mahfud menilai, pelaku memiliki modus yang sama.

“Kasus-kasus penusukan ulama akan kembali diusut. Selama tahun 2016, 2017, 2018, kasus seperti ini selalu modusnya sama. Yaitu katanya sakit jiwa, lalu hilang kasusnya. Sekarang ini lagi yang dulu-dulu itu diselidiki. Jangan-jangan diorganisir oleh orang yang sama,” ujarnya, di ruang VIP Bandara Minangkabau, Sumatera Barat, Rabu (16/9) seperti dikutip dari rmco.id

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menyatakan, ada pola yang sama dari kasus-kasus penusukan ulama. Pelaku kerap tinggal di dekat lokasi kejadian. Hingga akhirnya dinyatakan gila.

“Tinggal di dekat peristiwa, rumahnya dekat kira-kira 500 meter atau 300 meter. Sering datang ke tempat itu sebelumnya, kemudian pernah ketemu orang atau siapa gitu. Lalu setelah itu dinyatakan gila,” ungkapnya.

Karenanya, Ia menyakinkan, pelaku penusukan Syekh Ali Jaber akan dibawa ke pengadilan.

“Soal sakit jiwa atau tidak, biar hakim yang menentukan. Hakim mungkin nanti akan meminta dokter untuk memeriksa. Polisi tidak akan menghentikan karena alasan sakit jiwa. Biar nanti di pengadilan saja advokat yang mendampingi membela, apakah dia sakit jiwa atau tidak,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah ingin agar jangan ada spekulasi lagi bawa pemerintah menutup-tutupi kasus ini. Semuanya transparan dan proses hukum berjalan terus. “Presiden tadi pagi juga memerintahkan kepada saya agar BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Polri dan BIN (Badan Intelijen Negara) menyelediki semua kasus penyerangan kepada ulama yang dulu-dulu. Ini agar diusut tuntas agar tidak ada spekulasi di masyarakat,” tutupnya. (Red)