Penjelasan Situasi Penanganan COVID-19 di Indonesia Dilakukan Secara Online

0
65

JAKARTA.- Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara bersama Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar melakukan video conference dengan 119 perwakilan negara asing terkait situasi penanganan wabah COVID-19 di Indonesia.

Wamenkeu menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan berbagai kebijakan untuk meminimalisir dampak wabah ini terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sedangkan Wamenlu memberikan pemaparan secara umum yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam penanganan isu wabah COVID-19 dan kebijakan yang akan diberlakukan oleh Kementerian Luar Negeri atas berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi dari negara asing yang bekerja sama dengan Indonesia.

“Pemerintah sudah memutuskan isu ini menjadi isu prioritas dan telah diputuskan pemerintah akan menggunakan APBN dan sumber lain untuk menangani wabah COVID-19. Anggaran belanja K/L (Kementerian/Lembaga) dan Pemda (Pemerintah Daerah) juga sudah diarahkan agar penggunaannya diutamakan untuk penanganan COVID-19 dari sisi kesehatan,” jelas Wamenkeu di Gedung utama Kementerian Luar Negeri, Selasa (17/3/20).

Selain itu, Wamenkeu menerangkan pemerintah memahami bahwa wabah ini akan memberikan dampak pada kegiatan ekonomi masyarakat sehari-hari. Sektor Industri, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan sektor keuangan yang diperkirakan akan merasakan dampaknya. Oleh karenanya, pemerintah telah menyiapkan berbagai stimulus fiskal untuk tetap menjaga daya beli masyarakat.

Untuk menjaga kondisi pasar keuangan, Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus mengawasi kondisi pasar global dan menyelaraskan kebijakan terkait pasar keuangan dengan kondisi global. Indonesia akan terus menjaga integritas dalam pengelolaan pasar keuangan agar dapat terus meningkatkan kepercayaan investor.

“Kami berharap dengan anggaran yang disediakan oleh pemerintah, kondisi ini akan cepat teratasi. Kami juga berharap volatilitas kondisi global akan segera menurun, melihat kondisi di beberapa negara yang terdampak COVID-19 sudah mulai berangsur baik dan semoga dapat membawa optimisme bagi pertumbuhan ekonomi global,” pungkasnya. (Red)