JAKARTA,- Dalam masa Pandemi COVID-19, Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan melaksanakan program bantuan pemerintah Apresiasi Pelaku Budaya (APB) Terdampak COVID-19.

Dikutip dari laman kebudayaan situs kemdikbud.go.id penyaluran Tahap I program ini tengah berjalan untuk mengalirkan bantuan kepada 10.001 pelaku budaya terdampak COVID-19.

Program ini merupakan sebuah usaha pembinaan terhadap para pelaku budaya yang aktivitas budayanya terdampak akibat pandemi COVID-19. Pembinaan tersebut dilaksanakan dengan mendorong para pelaku budaya untuk menghasilkan dan mempublikasikan hasil karya mereka melalui wahana virtual.

Pendataan terhadap puluhan ribu pelaku budaya yang terdampak secara ekonomi oleh pandemi COVID-19 telah dilaksanakan. Terhadap puluhan ribu pelaku budaya ini, Direktorat Jenderal Kebudayaan menerapkan seleksi yang mempertimbangkan dampak dampak dampak, perlunya intervensi, dan konsistensi kiprah di bidang kebudayaan. Adapun Surat Keputusan tentang daftar nama calon penerima bantuan dapat diunduh disini .

Dalam memberikan layanan bagi pelaku budaya terdampak, Direktorat Jenderal Kebudaya administrasi ketentuan yang harus dipenuhi penerima bantuan (Peraturan Direktur Jenderal Kebudayaan Nomor: 7 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Layanan Pelindungan Pelaku Budaya Terdampak COVID-19). Ketentuan tersebut dapat dilihat pada laman:  https://apb.kemdikbud.go.id . atau dapat di unduh pada tautan berikut: disini

Ketentuan Penyaluran Program APB Tahap II:

Berikut adalah alur ketentuan pelaksanaan program bagi pelaku budaya penerima bantuan, di antaranya:

  1. Tahap penyempurnaan data

Pendaftaran peserta terdaftar melalui login akun di https://apb.kemdikbud.go.id. Penerima layanan mengisi kelengkapan data, seperti:

  • Validasi nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) / Kartu Tanda Penduduk (KTP); dengan Mengisi Formulir data diri yang sudah disediakan pada laman.
  • Pengisian nomor rekening bank oleh calon penerima bantuan;
    • Penyaluran akan dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Mandiri);
    • Bagi Calon Penerima Bantuan yang memiliki rekening bank yang terdaftar (BNI, BRI dan Bank Mandiri) dilengkapi nomor rekening pada lamanapb.kemdikbud.go.id
    • Bagi Calon Penerima Bantuan yang tidak memiliki rekening bank yang terdaftar , akan dibukakan buku rekening baru yang dapat diambil di kantor bank cabang terdekat dari alamat domisili calon penerima dengan memilih bank pada laman apb.kemdikbud.go.id dan kemudian membawa dokumen unduhan dari laman tersebut ke bank yang sudah dipilih calon penerima bantuan di antaranya:
      • Identitas diri Kartu Tanda Penduduk (KTP)
      • Kartu Keluarga
      • NPWP bagi yang sudah memiliki
      • Menunjukan soft copy SK yang dapat diunduh pada saat pelaku budaya mengaktivasi rekening di kantor bank *
      • Surat pengantar dari Direktorat Jenderal Kebudayaan yang membuktikan kebenaran penerima bantuan (dapat diunduh pada akun masing-masing penerima di apb.kemdikbud.go.id ) *

(*) Dokumen unduhan dapat diunduh pada akun pelaku budaya pada laman https //: apb.kemdikbud.go.id atau melalui email ke masing-masing calon bagi pelaku budaya yang terverifikasi Dokumen dan Karya .

2. Tahap Pengiriman Bukti Karya

Penerima layanan yang telah mengisi kelengkapan data wajib memberikan atau melaporkan karya sesuai ketetapan, di antaranya:

  • Bukti Karya Pelaku Budaya merupakan bukti yang menerangkan bahwa penerima bantuan adalah benar seorang Pelaku Budaya, sesuai dengan data profesi yang dikukuhkan pada saat pendataan berlangsung. Anda perlu menyertakan Bukti Karya Pelaku Budaya tersebut 1 (satu) bukti dan sebanyak-banyaknya 3 (tiga) bukti.
  • Bukti Karya Pelaku Budaya yang terbagi atas dua jenis yakni:
    • Untuk Pelaku Budaya yang berprofesi sebagai pencipta karya (Seniman, Peneliti, Sutradara Film, Perupa, Komponis, Koreografer, dan lainnya), Bukti Karya dapat memasukkan karya yang diciptakan oleh penerima bantuan . Salinan karya ini merupakan objek Kekayaan Intelektual yang dilindungi oleh UU No.28 / 2014 tentang Hak Cipta, UU No.13 / 2016 tentang Paten, atau UU No.20 / 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Bukti Karya yang berbentuk benda dapat berbentuk:
      • Format karya tulis digital (catatan, esai, kajian ilmiah, kajian populer, prosa, puisi, notasi musik, dsb.);
      • Format rekaman suara digital (lagu, scoring musik rekaman, tradisi lisan, dsb.);
      • Rekaman video yang menampilkan diri atau wajah penerima bantuan dengan format digital (film pendek, cerita film panjang, dokumenter, animasi, rekaman video pertunjukan teater, rekaman video pentas wayang, film tari, rekaman video pentas musik, rekaman video simulasi aplikasi digital, dsb .); atau
      • Citra (image) digital (foto karya seni rupa, karya fotografi, infografis, ilustrasi, lukisan, komik, dsb.).
    • Untuk Pelaku Budaya yang berprofesi sebagai pekerja budaya / pekerja seni / artisan (Ahli Tata Panggung, Ahli Tata Suara, Ahli Perekaman, Ahli Tata Rias, Kurator, Ahli Manajemen Seni, Ahli Manajemen Museum, Pengelola Kegiatan Budaya, Pengelola Situs Arkeologi, Pengelola Venue Kebudayaan , dsb.),
    • Bukti Karya dapat berupa bukti dokumentasi interaksi dalam satu atau beberapa aktivitas budaya yang telah dilaksanakan. Contoh:
      • Foto / video dokumentasi yang menunjukkan bahwa penerima bantuan sedang terlibat dalam sebuah karya yang menampilkan diri atau wajah dari penerima bantuan;
      • Festival program buku / kegiatan yang menjelaskan penerima bantuan sebagai pihak yang terlibat;
      • Review / berita / ulasan jurnalistik (yang sudah terpublikasi) yang mencatat bahwa penerima bantuan terlibat dalam karya / kegiatan / venue tertentu;
      • Dapat juga rekaman suara / video seorang (atau beberapa orang) pemain musik yang mempertunjukkan / mengaransemen lagu milik orang lain (dengan kredit pencipta lagu yang HARUS ditulis / tertera dalam video); atau
      • Berbagai bentuk dokumentasi lainnya.
    • Bukti Karya diunggah dalam format .pdf (untuk yang berbentuk karya tertulis), format audio .mp3 (untuk yang berbentuk rekaman suara digital), format video .mp4 (untuk yang berbentuk rekaman video digital), serta  citra digital format .jpg (untuk yang berbentuk citra / foto digital).
    • Apabila memungkinkan , Salinan karya Yang diunggah sebagai Bukti Karya Bercerita TENTANG keadaan Pandemi COVID-19 Penyanyi ATAU merespon keadaan ‘masyarakat Saat Pandemi Penyanyi ATAU Bentuk-Bentuk Lain Yang kontekstual DENGAN keadaan’ masyarakat / Kebudayaan Indonesia Menghadapi masa Krisis Pandemi inisial.
    • Pelaku Budaya bisa mengirimkan lebih dari satu format Bukti Karya. Misalnya: mengirimkan file foto dan video atau video dan karya tulis atau ketiganya.
    • Batas maksimal pengunggahan file adalah total 50Mb / penerima bantuan.

3. T ahap Penandatangan Dokumen Administrasi

  • memvalidasi / Perjanjian Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SP2B) melalui tautan https://apb.kemdikbud.go.id .;
  • memvalidasi / pernyataan Berita Acara Serah Terima Karya (BAST) melalui tautan https://apb.kemdikbud.go.id .;
  • memvalidasi / pernyataan Berita Acara Pembayaran (BAP) melalui tautan https://apb.kemdikbud.go.id .;
  • memvalidasi / pernyataan Kwitansi Pembayaran melalui tautan https://apb.kemdikbud.go.id .;

4. Tahap Pengambilan Dana Bantuan oleh Penerima Bantuan

Tahap pencairan dana bantuan oleh penerima bantuan dapat dilakukan setelah pemberitahuan pencairan. Pemberitahuan ini akan diinformasikan secara berkala pada laman https //: kebudayaan.kemdikbud.go.id atau informasi Instagram @ bina_budaya / @ budaya_saya atau melalui SMS / aplikasi Whatssapp pada nomor telepon seluler yang didaftarkan untuk menerima bantuan atau informasi lain yang diumumkan oleh Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan.

5. Pelaporan Penerimaan Dana

Penerima bantuan penerimaan penerimaan bantuan dengan mengunggah foto bukti penyaluran dana (bukti transfer / tangkapan layar mobile banking atau bukti lain yang menunjukan dana telah diterima oleh pelaku budaya) dan pengisian kuesioner evaluasi program bantuan.

Sebagai informasi, bank BRI, BNI, dan Mandiri dipilih karena kantor cabang dan kantor cabang pembantunya yang terkenal di seluruh Indonesia. Diharapkan pemilihan ketiga bank tersebut dapat mempermudah para pelaku budaya dalam mengakses dan mengikuti proses program bantuan pemerintah ini. Kami juga menghimbau agar para pelaku budaya tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, terutama pada daerah yang menerapkan infeksi sosial.

Demikian informasi ini kami sampaikan sebagai upaya kami untuk memperlancar pelaksnaan program bantuan Apresiasi Pelaku Budaya Terdampak COVID-19.

Sumber : http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditptlk/pengumuman-mekanisme-dan-pelaksanaan-program-bantuan-apresiasi-pelaku-budaya-terdampak-covid-19-tahap-ii/