Pengamat Politik Himbau Masyarakat Jangan Mudah Diadu Domba

0
107

Inapos, Jakarta.- Isu khilafah yang gencar mendekati Pemilu 2019, justru membuat Mr. Kan selaku pengamat hukum dan politik ini geram tentang munculnya isu yang seolah akan menggantikan ideologi Pancasila. Ia menghimbau masyarakat agar jangan mudah diadu domba.

“Mengapa Belanda berhasil menjajah kita selama 350 tahun atau 3,5 Abad, salah satu sistem politik Belanda yang paling terkenal adalah ‘Devide et impera atau politik adu domba,’ sejarah telah membuktikan itu semuanya,” ucap Kan dalam pesan elektroniknya, Selasa (02/04/19).

Ia menilai, hanya pihak awam yang mungkin percaya dengan istilah Pancasila Vs Khilafah serta isu adanya paham PKI yang masih berkembang. Bagi yang berilmu PKN dan ilmu tata negara paham itu adalah istilah ‘devide et impera atau politik adu domba’. Karena rakyat Indonesia secara fakta adalah masyarakat yang murni Pluralisme dan sejak Indonesia menyatakan berdaulat sudah ada ideologi negara, yaitu Pancasila yang tidak akan dapat digantikan oleh siapapun dan pihak manapun.

Indonesia memiliki bagian pertahanan dan keamanan yang selalu siap menjaga dan mempertahankan kedaulatan kedalam dan keluar serta ideologi negara. “Fakta perjuangan ormas HTI dihentikan, dibubarkan dan dilarang oleh para aparatur penegak hukum berdasarkan keputusan Pengadilan pada saat terbukti tindakkan HTI bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” tukasnya.

Saya menyarankan kita semuanya tidak mudah termakan isu miring, kita harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia, kita jangan mudah diadu domba oleh siapapun. Kita harus menjadi rakyat Indonesia yang cerdas dan mengetahui serta memahami bahwa nilai-nilai Pancasila adalah nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sebagai rakyat Indonesia yang cinta akan NKRI, sambung Mr. Kan, kita sepatutnya benar-benar memahami nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai Pancasila harus selalu kita junjung tinggi dan kita implementasikan. “Untuk persoalan Agama kita kembali lagi masing-masing punya keyakinan, kita wajib bersikap saling menghargai dan saling menghormati agar dapat selalu menjaga kerukunan dan keharmonisan di dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya. (Elwan)


Komentar Anda?