Pengamat Ekonomi : Pemerintah Harus Berperan, Tidak Hanya Sebagai Regulator

0
295

Inapos, Jakarta.- Era lndustri 4.0 sudah di depan mata. Segenap pihak yang terlibat, mulai dari kalangan pemerintah, swasta dan berbagai elemen pendukung lainnya sudah mulai mengantisipasi dengan menyiapkan berbagai upaya yang diperlukan. Hari ini, bagaimana kesiapan industri E-commerce di Indonesia dalam menyambut era yang sangat dimoninasi oleh kehebatan teknologi digital dan internet tersebut, dibahas dalam sebuah Marketing Summit yang dikemas oleh Ipsos Indonesia, dengan mengangkat tema ‘E-commerce 4.0, What Next, Demistifying The Future of E-commerce in Indonesia’, bertempat di Ballroom Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (19/02/19).

Acara yang dihadiri oleh sejumlah pelaku industri marketing dan E-commerce di Indonesia ini membicarakan seputar bagaimana industri E-commerce berevolusi di Indonesia. Dimulai dari era E-commerce 1.0 saat internet memungkinkan terjadinya komunikasi atau pertukaran informasi antara pihak penjua| dan konsumen. Dilanjutkan dengan E-commerce 2.0, yaitu saat di mana E-commerce mulai diperhitungkan sebagai salahsatu saluran untuk membantu upaya-upaya penjualan barang atau jasa. Kemudian, evolusi berkembang dimana E-commerce semakin dimungkinkan perkembangannya berkat adanya kemajuan di bidang sistem pembayaran dan pengaturan logistik yang semakin mumpuni.

Yustinus Prastowo selaku Pengamat Ekonomi menyatakan E-Commerce telah menjadi aktor yang signifikan dalam mendongkrak kinerja ekonomi di Indonesia, serta mampu mengundang para Investor dari dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, “E-commerce di Indonesia juga telah banyak melakukan berbagai inisiatif yang semakin mengukuhkan keberadaan dan dukungan mereka dalam mendorong bisnis para pelaku bisnis dari skala mikro, kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi digital. Tidak saja dalam urusan pemasaran, tetapi juga dalam memperluas jangkauan logistik serta distribusinya,” ucap Yustinus.

Namun yang paling membanggakan adalah, kemampuan pelaku E-commerce untuk memberikan kesempatan dan pengalaman dalam berbisnis, bagi mereka yang tidak pernah berkecimpung dalam dunia bisnis, melalui dukungan teknologi dalam memasarkan produk dan karya mereka.

“E-Commerce saat ini menjadi salah satu aktor utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, industri ini mampu mengundangan banyak para Investor di dalam maupun luar negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, di lain pihak pemerintah juga diharapkan memerankan diri tak hanya sekedar Regulator melainkan sebagai Fasilitator melalui desain kebijakan yang kompeherensif.

Sedangkan menurut Managing Director Ipsos Indonesia Soeprapto Tan, integrasi ini penting agar kedua bentuk bisnis ini tidak saling ‘bunuh-membunuh’. Untuk itu, ia menekankan pentingnya meluruskan pemahaman seolah-olah online akan mematikan offline.

“Kalau ada ‘bunuh-bunuhan’, ya sama saja offsetting GDP growth. Kita percaya ini akan menjadi masa depan e-commerce 4.0,” pungkasnya. (Elwan)