Pengadilan Menangkan Gugatan Karyawan Grage Mall dan Grage City Mall Cirebon

0
152

BANDUNG.-┬áPengadilan Hubungan Industrial Bandung dalam sidang pada (21/4/21) menolak dalil Tergugat PT. Multi Pratama Indahraya “Grage Mall dan Grage City Mall Cirebon melawan para Penggugat dalam hal ini adalah Karyawan.

Hal tersebut dikemukakan kuasa hukum Penggugat (karyawan – Red) Aji Halim Rahman, SH., MH dalam keterangan tertulis yang diterima inapos.com, Rabu (21/4/21).

“Kekalahan Grage Mall dan Grage City Mall Cirebon oleh Pihak Karyawan pada tahap Putusan Sela Gugatan PHI, karena dalil-dalil yang tidak berdasar dan Keliru,” ujar Aji.

Ia menjelaskan, Aji menjelaskan bahwa agenda Putusan Sela ini merupakan tahapan atas Eksepsi dalam Jawaban Tergugat yakni PT. MULTI PRAMTA INDAHRAYA “Grage mall dan Grage City Mall”, dimana dalam eksepsi atas jawaban Tergugat Pihak Perusahaan mendalilkan bahwa Gugatan Para Penggugat atau Karyawan salah alamat atau Pengadilan Hubungan Industrial Bandung ini tidak memiliki kewenangan dalam menerima dan memeriksa gugatan tersebut, karena dalam Posita atau penjelasan gugatan Para Penggugat (Karyawan) menceritakan persoalan Unit Kesejahteraan Karyawan”UKK” yang sampai dengan saat ini di duga di gelapkan oleh pengurus UKK.

Maka berdasarkan dalil tersebut, sambung dia, bantahan berupa Replik serta daftar bukti bahwa dalil Tergugat pihak perusahaan keliru atau hanya mencari alasan dan celah agar terhindar dari tanggungjawab membayar tuntutan pesangon.

“Karena dalil Tergugat sangatlah tidak berdasar dan kehabisan cara untuk membantah gugatan para Penggugat (Karyawan),” jelasnya.

Ia berharap kepada majelis hakim yang memeriksa atas gugatan PHI ini proses pemeriksaan kedepan bisa berjalan lancar dengan hasil putusan akhir bisa di menangkan oleh pihaknya.

“Karena sesuai dengan fakta-fakta hukum dan bukti-bukti telah nyata pihak perusahaan Grage Mall dan Grage City mall Cirebon telah melakukan kesewenang-wenangan dalam memotong upah sebesar 20 % dari gaji mormal tanpa ada kesepakatan dengan pihak Karyawan selama pandemi Covid-19 dan melakukan pemberhentian tanpa adanya surat pemberhentian kepada karyawan,” tegasnya.

“Kami merasa sangat ironis melihat nasib para karyawan yang didampinginya telah bekerja puluhan tahun dan di perlakukan tanpa manusiawi dalam kacamata hukum ketenagakerjaan,” pungkasnya. (Kris)