Roy Rening, Pengacara Lucas Enembe Gubernur Papua, Tersangka Korupsi

JAKARTA,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka korupsi.

Selain itu, Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak juga sudah ditetapkan tersangka. Sejauh ini baru Eltinus yang sudah ditahan oleh KPK.

“Terkait penetapan tersangka RHP [Ricky Ham Pagawak] dan Gubernur LE [Lukas Enembe] ini untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan juga informasi yang diterima KPK,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Rabu (14/9).

Menurutnya, pihaknya telah menerima informasi dari masyarakat Papua terkait dengan praktik korupsi.

“Kami tidak tinggal diam, kami berkoordinasi dengan berbagai pihak dan terutama juga dari informasi masyarakat,” ujarnya.

“Penetapan tersangka yang dilakukan KPK sudah menyangkut tiga kepala daerah: Bupati Mimika, Bupati Mamberamo Tengah, dan Gubernur LE itu adalah tindak lanjut dari informasi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Alex menyatakan pihaknya sudah mempunyai cukup bukti untuk memproses hukum tiga kepala daerah tersebut.

“Kami berharap dukungan masyarakat Papua terkait pemberantasan korupsi yang kami lakukan. Kami berharap dana yang demikian besar yang sudah disalurkan pemerintah pusat dalam bentuk dana otsus itu betul-betul bisa dimanfaatkan untuk menyejahterakan masyarakat Papua,” katanya.

KPK telah memanggil Enembe untuk diperiksa di Mako Brimob Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, pada Senin (12/9). Panggilan itu tidak dipenuhi dengan alasan Enembe sedang sakit.

Koordinator tim kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening menyatakan kliennya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi senilai Rp1 miliar.

Namun dikutip dari kawattimur.id bahwa Tim Kuasa Hukum Gubernur Papua menyebut adanya upaya KPK yang sengaja membujuk salah satu pengusaha di Papua untuk mengakui bahwa dana Rp1 miliar merupakan hadiah dari hasil proyek.

Pengusaha yang diketahui berinisil TN ini, kata Kuasa Hukum juga telah diperiksa oleh KPK.
“Mereka membujuk rayu TN untuk mengaku saja bahwa itu bukan uangnya pak Gubernur tapi itu uang hasil proyek. Kami sudah dapat informasi langsung dari orangnya, kami tidak berani bicara kalau bukan dari orangnya langsung dan ini disaksikan oleh semua orang,”katanya Roy Rening, Ketua Tim Hukum Lukas Enembe, Rabu malam.

Disini Roy dapat memastikan kinerja KPK yang sangat tidak profesional, apalagi bujukan itu diiming-imingi akan diberikan keringanan hukuman. ” Ia membujuk TN supaya mengatakan bahwa itu bukan uangnya pak Gubernur tapi uangnya dia, nanti hukumannya kita kasi ringan, apa-apaan penyidik KPK seperti ini,” tandas Roy Rening.

Lantas apa keterkaitan TN dengan Gubernur Lukas? Roy Rening menjelaskan TN merupakan orang dekat Gubernur Enembe yang dipercayakan membangun dan mengurus kediaman pribadi. “Dia pengusaha juga pendeta GPDI, dia ini orang dalam, ia yang bangun bapa punya rumah dan ia yang beli-beli perlengkapan rumah dan lainnya sebagainya,” kata Roy Rening kepada wartawan, Rabu (14/09/2022). (Red)