Pendukung AHM – Rivai Aniaya Wartawan Malut Post

0
211

TERNATE – Pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) Nomor urut satu Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-Rivai) nampaknya tak puas dengan gagalnya diskualifikasi AGK-YA.

Pasalnya, KPU Malut yang tak mau mengeluarkan rekomendasi diskualifikasi terhadap Paslon AGK-YA memicu kemarahan pendukung AHM-RIVAI. Demonstrasipun terus dilakukan di depan kantor KPU Malut Senin (12/11/2018). Tak puas dengan keputusan KPU, pendukung AHM-RIVAI pun melampiaskan amarahnya dengan menganiaya salah satu wartawan/fotografer Malut Post.

Hizbullah Muji yang merupakan fotografer Malut Post, dianiaya saat melakukan tugas sebagai pewarta foto untuk mengambilan gambar unjuk rasa pendukung paslon Cagub- Cawagub di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut.

” Tadi sekitar jam 14: 00 Wit, Saya lagi ambil gambar demo AHM-RIVAI di Kantor KPU, tiba-tiba ada seorang ibu bernama Baya datang menghampiri saya dan bertanya, kamu dari Malut Post, belum sempat menjawab, ibu itu langsung memukul dengan sebatang kayu di belakang saya,” kata Hazbullah kepada kepada awak mesia di halaman kantor Polres Ternate, usai membuat laporan polisi.

Setelah dirinya dianiaya, beberapa pemuda masa pendudukan AHM-RIVAI juga mencoba melakukan pengengejaran dan alhasil korban berhasil melarikan diri dari kejaran pendukung AHM-Rivai.

saya melihat ada beberapa laki-laki yang coba mengejar, tapi ada juga yang berteriak ke saya agar lari, ” ujarnya.

Akibat dari penganiayaan tersebut korban mengalami lebam di bagian punggung. Atas insiden tersebut, Hizbullah didampingi sejumlah wartawan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ternate untuk di proses hukum.

“Allhamdulillah Pihak Polres Ternate langsung menindaklanjuti laporan saya dan malakukan visum terhadap saya” pungkasnya.

Sementara Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda, saat dikonfirmasi sangat menyesali kejadian yang menimpa salah satu rekan media yang sedang melaksanakan peliputan aksi unjuk rasa di depan Kantor KPU Malut.

” Saya sesali kejadian yang menimpa seorang rekan media yang meliput aksi massa di depan kantor KPU, seharusnya kita harus saling menghormati satu sama lain, kita tidak boleh memaksakan kehendak pribadi, kelompok ataupun golongan, semua itu ada aturannya,” kata Azhari

Atas kejadian tersebut pihaknya akan melakukan penyelidikan dan memproses hukum orang yang diduga melakukan kekerasan fisik kepada salah satu awak media.

“Kasus ini akan kami proses sesuai hukum yang berlaku, atas kejadian ini tentunya kami akan melakukan penyelidikan dan memproses hukum orang yang diduga melakukan kekerasan fisik kepada salah satu awak media ini,” tegasnya.


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here