Penderita Covid-19 Berhasil Diobati Melalui Racikan Herbal Hilman Suryawijaya

0
84

INAPOS, JAKARTA – Sebanyak 79 anak tuna grahita panti rawat yayasan Tri Asih di  jalan Swadaya – jalan Kamel raya no. 2, belakang SDK Timur Kebon Jeruk, Jakarta Barat positif terpapar Covid-19.

Kabar ini mendadak viral di media sosial (medsos) setelah beredar sebuah unggahan video dan surat tanggapan dari pihak yayasan Tri Asih.

Mendengar kabar memprihatinkan ini membuat Hilman Suryawijaya terketuk hatinya, ia terpanggil untuk membantu anak-anak tuna grahita yang sedang terpapar Covid-19 tersebut. Hilman diminta membantu kendala yang tengah dihadapi pihak yayasan lantaran diminta oleh salah seorang pasien Covid-19 yang pernah disembuhkan oleh dirinya.

Hilman dalam kesempatan itu memberikan bantuan berupa herbal penguat ketahanan imun sejumlah 12 dus, 5 dus madu dan APD yang diserahkan langsung kepada Nuning selaku perwakilan pihak yayasan Tri Asih, pada Senin (18/01/2021).

Selain peduli dengan memberikan bantuan, dalam kesempatan itu Hilman juga menjenguk langsung pasien terpapar Covid-19 yang diisolasi di lantai 3 gedung yayasan Tri Asih itu. Hilman ingin mendengar keluh kesah secara langsung dari para pasien, sehingga mengetahui lebih mendalam upaya jalan keluar untuk membantu melakukan penyembuhan. Disamping, terus memberikan motivasi kepada anak tuna grahita agar senantiasa tetap semangat.

Menurut pengakuan ibu Dewi salah seorang warga Jakarta Barat yang sembuh dari Covid-19 berkat herbal racikan Hilman, meski herbal itu manfaatnya untuk ketahanan imun, namun berkat pertolongan Tuhan, Alhamdullilah formula tersebut ternyata sangat paten dan teruji hingga berhasil menyembuhkan ribuan warga terpapar Covid-19. Para pasien yang sebelumnya dinyatakan positif terpapar Covid-19, namun empat hari setelah meminum herbal dan telah dilakukan Swab, walhasil pasien dinyatakan negatif, akunya.

Menurut Hilman, sebagai bentuk keprihatinan terhadap permerintahan Joko Widodo (Jokowi) agar pendemi Covid-19 yang saat ini tengah melanda Indonesia ini, dirinya peduli dengan membagikan herbal penguat imun secara gratis untuk kesembuhan pasien terpapar Covid-19 terutama di kawasan Kalideres Jakarta Barat.

Namun lantaran banyaknya permintaan herbal bagi pasien Covid-19, sehingga Hilman terpaksa melayani pesanan dari Jakarta, bahkan dari luar Jawa. Demi untuk membantu kelancaran aksi kemanusiaan untuk kesembuhan masyarakat terpapar Covid-19, ada sejumlah penyumbang dana yang peduli dengan mendonasi terhadap kelancaran program ini.

Sudah banyak pasien positif Covid-19 yang berhasil disembuhkan melalui racikan herbal. Tidaklah heran jika membuat Hilman kewalahan karena ribuan orang telah memesan herbal tersebut. Dirinya berharap agar pasien Covid-19 yang telah berhasil disembuhkan secara sukarela berkenan mendonasikan dana demi kelancaran misi kemanusiaan ini, harapnya.

Selain mampu menyembuhkan pasien Covid-19, herbal ini juga mampu mengobati penderita penyakit gula dan otoimun.

Seperti pengakuan Harris Fadillah warga Kedoya, Jakarta Barat, penderita penyakit gula, dirinya mengakui berkat mengkosumsi racikan herbal dari pak Hilman kini penyakit gula yang dideritanya berangsur-angsur membaik, akunya.

Hilman merupakan sosok keturunan ke-6 tabib terkenal abad ke-18 di Indonesia, tidaklah heran jika dirinya juga mampu meracik ramuan untuk stamina kaum pria. Yang dinilai cukup manjur untuk membangkitkan libido bagi laki-laki. Hal ini diakui Firman warga ibukota Jakarta.

Bagi ada yang memerlukan herbal penguat ketahanan imun untuk antisiapasi penyembuahan Covid-19, sekaligus para dermawan yang berkenan membantu kelancaran program kemanusiaan ini, Anda bisa menghubungi Bapak Hilman Suryawijaya melalui contak (081287126127).

Untuk aksi kemanusiaannya, saat ini Hilman sedang berupaya melakukan kesembuhan terhadap anak tuna grahita di panti rawat yayasan Tri Asih. Alih-alih memberikan sedekah, kepada keluarga pasien Covid-19 hanya diminta membantu dengan membelikan madu,  itupun akan disumbangkan ke anak tuna grahita panti rawat yayasan Tri Asih. Tapi sangat disayangkan, demi untuk menyelamatkan nyawa pasien penderita Covid-19, hanya sekedar membantu madu saja berat untuk mengulurkan tangan, “ucap Hilman yang bermukim di perumahan Taman Surya Jakarta Barat itu.

Data melalui surat yang beredar dari yayasan Tri Asih yang ditanda tangani TA Widhiharsanto selaku Dewan Pengurus yayasan itu menyebutkan; mereka yang terkena Covid- 19 yakni;

1. Penghuni panti rawat; 35 orang.
2. Pendamping anak panti rawat 35.
3. Karyawan lain yang membantu mendampingi anak : 8 orang.
4. Total anak dan pendampingi yang terkena Covid-19 terdapat 79 orang.

Kebutuhan kami saat ini, sesuai anjuran Dokter untuk yang isolasi adalah:
makanan yang sehat vitamin C, E, dan D3 serta B- komplek. Selain kebutuhan diatas kami juga mengeluarkan biaya tambahan untuk Swab PCR (2x untuk cek dan nanti setelah masa isolasi selesai). Karena kalau menunggu Swab gratis di Puskesmas harus antri menunggu giliran. Dan sehari hanya untuk 8 orang harus menunggu 3 hari, kami kesulitan untuk mengatur ruangan isolasi kalau harus memisah-misahkan 8 orang setiap hari. (Cep’s/Mon)