Penasehat Hukum Protes Majelis Hakim, Karena Tak Memberi Kesempatan Berunding

0
74

Jakarta.- Pengacara Ir. Tonin Tachta Singarimbun SH tidak dapat menahan rasa kecewa saat menangani perkara Pidana 483/Pid. Sus/PN.JKT.SEL di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hal itu lantaran kliennya Yudi Syamhudi Suyuti seakan diarahkan langsung menerima putusan Majelis Hakim yang memvonis 1 tahun, pada Rabu (16/9/2020) dari semula tuntutan JPU yang menuntut 1 tahun 6 bulan.

Seharusnya, “Majelis Hakim sesaat usai mengetok palu tanda Vonis dibacakan, mengarahkan kepada terdakwa agar menanyakan atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan Penasehat Hukum (PH) setelah mendengar Vonis dari Majelis Hakim,” ucap Tonin.

Tapi sayangnya, entah mengapa persidangan terakhir yang digelar pada Rabu sore kemarin, terdakwa langsung menerima tanpa meminta waktu kepada Majelis Hakim untuk meminta pendapat dari Penasehat Hukum. Mungkin terdakwa merasa bersyukur karena Vonis Hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

“Innalillahi wa inna ilaihi roziun, hari ini telah wafat keadilan atas nama Yudi Syamhudi Suyuti yang telah menerima putusan Majelis Hakim yang memvonis 1 tahun,” kata Lawyer Tonin Tachta Singarimbun SH di luar ruang sidang Pengadilan.

Rasa kesal dari sikap Tonin usai sidang. Ini merupakan lanjutan kekesalannya karena majelis hakim seolah tidak menghargai keberadaan Penasehat Hukum di dalam ruang sidang, dimana ia dan rekan penasehat hukum lainnya seakan dikesampingkan oleh majelis hakim yang tampak ingin segera menyelesaikan persidangan kasus Yudi dan lanjut ke Persidangan kasus lainnya yang menunggu di layar monitor.

Sejalan dengan Tonin, Suta Widhya yang juga penasehat hukum Yudi menyatakan, “menurut kami sebaiknya Yudi tidak langsung menerima putusan 1 tahun. Ia harusnya konsultasi dulu dengan Penasehat Hukum. Toh andai Yudi menerima sekarang atau dengan berpikir-pikir selama 7 hari pun kondisinya sama. Kami sebagai pihak Penasehat Hukum terdakwa lebih suka andai terdakwa ajukan banding. Dengan begitu terdakwa linier tidak menerima semua dakwaan JPU alias menyatakan tidak bersalah,” kata Suta. (El)