Penangkapan Terduga Teroris Oleh Densus 88 di Beltim, Diduga Jaringan JAD dan JAK

0
125

Inapos.com, BABEL – Pria kelahiran Sukoharjo 14 Maret 1982, berdomisili  RT 17 Dusun Bukit Setiong Makmur Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Provinsi Bangka Belitung (Babel) ditangkap karena diduga terlibat jaringan teroris.

Pria tersebut yakni K alias SA (38), diringkus oleh Datasemen Khusus Anti Teror (Densus 88) Mabes Polri, di kawasan Jalan Baru Desa Limbongan Kecamatan Gantung, berjarak sekitar 4 kilometer dari kediamannya, Kamis (4/2) siang.

Pria itu diduga terlibat serangkaian aksi terorisme dibeberapa wilayah di Indonesia.

Kapolda Kep. Bangka Belitung, Irjen Pol Drs Anang Syarif Hidayat menyebutkan, pelaku merupakan anggota jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK).

“Yang bersangkutan terlibat anggota JAD dan JAK. Pelaku ini disinyalir terlibat dalam beberapa kali aksi terorisme yang dilakukan di Jogya dan beberapa daerah di Jawa Tengah,” papar Kapolda Babel kepada awak media, Senin (8/2/2021).

Kemudian, lanjut Kapolda, pelaku dikejar oleh petugas dan sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terlibat serangkaian aksi terornya.

“Usai melakukan aksi teror, dia bersembunyi di Belitung Timur. Sudah sejak 2018 berada di sana. Jadi yang bersangkutan bukan orang Belitung Timur tapi Solo, Jawa Tengah,” ungkapnya.

Saat ini tersangka K, diamankan di Polda Kep Bangka Belitung, guna pemeriksaan lebih lanjut oleh Densus. Sesuai dengan Undang-undang, masa pemeriksaan tersangka 7 hari. Setelah 7 hari akan lebih jelas dan lebih jelas lagi tentang para tersangka ini.

Atas perbuatannya, tersangka K dijerat dengan Pasal 15 Undang-undang nomor 5 tahun 2018 tentang terorisme, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Sekedar diketahui, 3 tahun terakhir tersangka sempat tinggal di Jalan Baru RT 11 Dusun Bukit Sentiong Makmur, Desa Lilangan.

Belakangan ini, terhitung 2 bulan dia ngontrak di perumahan transmigrasi RT 17 Dusun Bukit Setiong. Bersama istri dan 3 anaknya yang sebelumnya sempat pulang kampung ke Solo Jawa Tengah.

Di Beltim, tersangka K dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, selain penambang dia juga berkebun, selebihnya dia berprofesi sebagai tukang pijat dan bekam. Dia juga memiliki kartu pers DetikMuslim.com. (REDAKSI BABEL)