Penambangan Pasir di Sungai Ciwado Resahkan Warga di Dua Desa, Begini Kata ESDM JABAR

0
229

KABUPATEN CIREBON.- Ditengah musim kemarau bukan saja lahan pertanian yang mengering, bahkan sungai Ciwado di Kecamatan Lemahabang ikut mengering, Konon sudah dua (2) minggu ini warga resah dengan kondisi Sungai Ciwado, namun keresahan warga di Desa Belawa dan Cipeujeuhkulon bukan akibat air sungai yang mengering.

Adalah aktivitas penambangan pasir ilegal di Sungai Ciwado yang telah hampir dua minggu ini berjalan, Konon adanya aktivitas ilegal penambangan sumberdaya mineral (pasir) di Sungai Ciwado, karena diduga dibekengi oknum.

Menurut Abidin (48), salah seorang tokoh masyarakat Desa Belawa, menuturkan banyak warga di Desanya merasa resah, dengan adanya aktivitas penambangan pasir ilegal di Sungai Ciwado perbatasan tiga Desa yaitu Belawa dan Cipeujeuhkulon Kecamatan Lemahabang dan Desa Munjul Kecamatan Astanajapura.

“Jelas kami masyarakat Desa Belawa, resah dan gelisah, ada aktivitas ilegal penambangan pasir di sungai Ciwado, konon ada Oknum yang jadi Beking, makanya mereka berani,“ kata Abidin saat ditemui di pintu masuk BTN Cipeujeuhkulon Lemahabang, Sabtu (27/7/19).

Ia melanjutkan, jika keresahan warga Desa Belawa sudah disampaikan secara tertulis, berupa surat pernyataan keberatan secara tertulis pada pihak Kecamatan Lemahabang, padahal aktivitas ilegal penambangan pasir berjalan sudah 2 minggu lamanya.

“Kami sudah menyampaikan keluhan, bahkan pihak Pemdes Belawa telah secara tertulis menyampaikan keberatan atas aktivitas ilegal penambangan pasir di sungai Ciwado yang merupakan perbatasan Desa Belawa dan Desa Cipeujeuhkulon, pada pihak Pemerintah Kecamatan Lemahabang,” ujarnya.

Ditempat terpisah Ade Staff Polisi Pamong Praja Kecamatan Lemahabang, mengaku telah melakukan penelusuran informasi akan kebenaran aktivitas penambangan pasir di Sungai Ciwado.

“Sudah kami Cek ke lokasi (TKP) di Sungai Ciwado bersama Kasi Trantib Kecamatan Lemahabang (MP), namun lokasi berada di sisi Sungai Desa Munjul Kecamatan Astanajapura, sehingga kami tidak berwenang menindak lanjuti,“ ujar Ade Staff Pol PP Kecamatan Lemahabang melalui sambungan selulernya.

Sedangkan saat mengkonfirmasi pada Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Fadil yang menjabat Kabid ESDM Provinsi Jawa Barat, menuturkan untuk Jawa Barat tidak boleh menambang di badan sungai, karena untuk penambangan di sisi sungai ada aturan tentang batasan jarak sempadan sungai yang boleh digalidigali, untuk lebih detail silahkan berkomunikasi dengan Kacadin Wilayah VII Cirebon.

“Sejak dikelola provinsi tidak ada lagi izin penambangan yang terbit untuk penambangan di badan sungai,” jelas Fadil Kabid ESDM Provinsi Jawa Barat.

Hal senada diungkapkan oleh Agus Zaenudin, Kepala Cabang Dinas Wilayah VII Cirebon, menuturkan Kalau di badan sungai, tidak ada istilah penambangan, tetapi normalisasi sungai dan itu pun biasanya dilakukan oleh instansi/lembaga/badan yang memang menangani tentang sungai.

Masih menurutnya, harus ditanyakan kepada yang memiliki kewenangan tentang sungai, baik di Kabupaten/Provinsi/Pusat sesuai dengan pembagiannya.

“Di Kabupaten Cirebon ada Dinas PUPR Bidang Pengairan, di Provinsi ada Balai, di Pusat ada Balai Besar,” imbuh Agus Zaenudin.

(permana)


Komentar Anda?