Pemprov Gandeng Ribuan Ponpes Terapkan Kebiasaan Baru

0
60

KARANGANYAR – Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengajak pondok pesantren di Jateng untuk menerapkan kebiasaan baru dan menegakkan protokol kesehatan di lingkungan ponpes dan masyarakat umum.

“Saya mengajak ribuan pesantren di Jateng bersama-sama menyadarkan masyarakat tentang pentingnya jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, dan pakai masker. Pemerintah butuh peran kiai dan tokoh agama untuk memberikan contoh penerapan new normal,” ujarnya saat memberi sambutan pada acara silaturahim di Ponpes Ilyas, Cangakan Kabupaten Karanganyar, Rabu (23/9/20).

Selama masa pandemi covid-19, kata dia, tidak sedikit masyarakat yang mengabaikan penerapan protokol kesehatan sehingga angka kematian akibat virus Corona kian meningkat. Sehingga, pemerintah butuh keterlibatan berbagai pihak, terutama para kiai dan masyarakat di lingkungan pesantren untuk aktif mengajak dan mengajarkan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan kebiasaan baru di tengah pandemi.

“Karena itu kami datang ke ponpes-ponpes. Harapannya para kiai dan masyarakat pesantren memberikan contoh kepada masyarakat. Apalagi mereka adalah panutan masyarakat, karena kalau kiai dan pesantren mengajak dan memberikan contoh penerapan protokol kesehatan, saya yakin masyarakat akan manut,” jelasnya.

Kampanye pencegahan penularan covid-19 sudah digencarkan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota, bahkan sampai kecamatan sampai ke desa, bahkan sampai ke tingkat RT/RW. Namun, putra ulama kharismatik almarhum KH Maimoen Zubair itu menilai edukasi mengenai kebiasaan baru akan lebih efektif dan mudah diterima dan dilaksanakan oleh masyarakat jika melibatkan organisasi masyarakat dan tokoh agama.

Menurutnya, jika sekitar tiga ribu ponpes yang tersebar di Jateng, digerakkan dalam kampanye penerapan protokol kesehatan melalui Jogo Santri, Jogo Kiai, dan program-program lainnya maka masyarakat akan lebih percaya dibanding pihak pemerintah yang  menyampaikan tanpa menggandeng pihak lain.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin juga menjelaskan penerapan kebiasaan baru dapat dilakukan para santri mulai dari lingkungan ponpes. Di antaranya tidak langsung menemui atau sowan pengasuh ponpes, menjalani karantina ketika baru tiba di ponpes, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Sebagian besar mengisi liburan dengan beraktivitas di luar rumah. Maka ketika kembali ke pesantren tidak ada yang tahu apakah membawa virus atau tidak. Karena itu tidak perlu salaman atau sowan kepada kiai. Kalau sudah jalani karantina dan dinyatakan sehat serta tidak mengalami gejala terpapar covid-19, maka baru diperbolehkan sowan kiai,” katanya.

Selain mengecek penerapan protokol kesehatan di lingkungan Ponpes Ilyas Cangakan dan Ponpes Nurul Ummah di Kalimas Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Gus Yasin menyerahkan bantuan dari Pemprov Jateng, guna mendukung penerapan new normal. Antara lain face shield, hand sanitizer, dan vitamin untuk santri dan pengasuh ponpes. (RS)