Pemkot Cirebon Dorong UMKM Ciptakan Produk Berkualitas

0
287

KOTA CIREBON.- Menjadi bagian dari daerah segitiga emas di Jawa Barat, sinergitas antar wilayah di Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) harus dibangun. Kota Cirebon juga akan mendorong keberadaan UMKM agar bisa bersaing di pasar global.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menghadiri Musprov Kadin Jabar di salah satu hotel di Cirebon, Kamis (7/2).

“Terima kasih untuk Musprov Kadin ke 7 yang kali ini diselenggarakan di Cirebon,” ungkap Eti. Menurut Eti, sejumlah kegiatan baik dari Provinsi Jabar maupun pemerintah pusat juga sudah mulai sering dilakukan di Cirebon. Menurut Eti, ini merupakan pertanda yang baik. “Kita harus terus berbenah,” ungkap Eti.

Diantaranya dengan membangun sinergitas diantara wilayah Ciayumajakuning. Terlebih Pemprov Jabar sudah menetapkan Kertajati-Patimban-Cirebon sebagai segitiga emas dan kawasan industri baru di Jawa Barat. Pertumbuhan ekonomi di kawasan Ciayumajakuning diyakini Eti akan tumbuh dengan pesat. Karenanya semua daerah di Ciayumajakuning juga harus bersiap agar tidak tertinggal atau hanya sekedar menjadi penonton.

Pemerintah daerah (Pemda) Kota Cirebon, lanjut Eti, juga akan mendorong UMKM yang jumlahnya mencapai ribuan untuk menjadi UMKM yang handal dan menciptakan produk-produk yang berkualitas.

“Jumlah UMKM kita banyak, akan kita dorong untuk menjadi UMKM yang handal,” tegas Eti. Selain itu, dengan ditetapkannya Cirebon sebagai satu dari 3 daerah segitiga emas baru di Jawa Barat, juga akan mendorong geliat pariwisata di wilayah Cirebon.

“Kita juga harus terus berbenah agar wisatawan berkunjung dalam waktu yang lama di Kota Cirebon,” ungkap Eti.

Sementara itu Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menyambut baik rencana Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. “Sangat mungkin menjadi kawasan ekonomi khusus,” ungkap Enggar. Keberadaan KEK nantinya juga bisa mendorong peningkatan ekspor dari Indonesia. (Kris)