KOTA BEKASI.-  Salma Melati (16) penderita tumor ganas terpaksa pulang dari Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, karena terbentur biaya. Hal ini berdasarkan pantauan dan keterangan ibunda pasien, Ida Farida (48) pada, Minggu (30/01/2022) petang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak instansi/lembaga kemanusiaan bahkan Pemkot Bekasi terkait, para tokoh pejabat tampak seolah-olah tidak peduli.

Salma Melati, siswi SMK Kelas XI merupakan anak yatim kelahiran Bekasi yang dinilai cerdas, ramah dan baik hati ini diklaim pihak rumah sakit diduga menderita penyakit Kanker Nasofaring.

Untuk diketahui bersama, gadis yang genap berusia 16 tahun yang beralamat di Cluster Jatikramat Garden, Blok-B Nomor 26, tepatnya di jalan H.Germin, RT.09/RW.02 Jatikramat, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi ini.

“Dan tentunya anak yang mengalami kanker ganas nasofaring ini membutuhkan uluran tangan dari semua pihak yang terpanggil dan peduli, termasuk pemerintah daerah apalagi kalangan dermawan,” tuturnya.

Sementara, untuk kronologi awal mulanya bahwa Salma sering mengeluhkan keluar darah dari hidung atau mimisan. Dan Sebenarnya, mimisan merupakan gejala umum penyakit jenis tumor ganas ini. Pasalnya, kanker nasofaring saat stadium awal mungkin tidak menimbulkan gejala yang cukup berarti.

Sakit tumor mengarah kanker ananda Salma Melati kini masih berjuang untuk bisa berobat ke RSCM setiap hari. Ibunda Ida Farida harus berjuang demi kesembuhan Anaknya.

“Kebutuhan sehari hari semenjak suami saya meninggal dunia 2017 hanya andalkan warung,” ungkap Ida Farida.

Semenjak Salma sakit tumor, secara otomatis terpaksa kegiatan warung Ida tutup. “Saya fokus merawat anak hampir setahun lamanya, tanpa adanya pemasukan, sedangkan bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi belum ada sama sekali,” ujarnya.

Bahkan hanya sekedar mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), lanjut Ida, dirinya sempat harus mengikuti birokrasi yang sangat berbelit membuatnya tambah putus asa. “Saya mohon bantuan terutama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, dan para pejabat terkait tentunya demi membantu putri saya Salma, dalam berjuang demi kesembuhan tumor ganas yang telah menyerang Salma,” kata Ida penuh berharap.

Disisi lain, Ketua FWJ Bekasi Kota, Rommo Drs. R Kosasih pun sangat menyayangkan sikap seperti kurang adanya kepedulian jajaran pejabat di Kota Bekasi.

“Satu orang Salma Melati yang menderita akibat penyakit kanker yang disertainya dari sekitar 2,5 juta warga Kota Bekasi, nyatanya stakeholder tidak peduli akan kondisi seorang anak yatim yang memang sangat membutuhkan pertolongan,” tegas Rommo mengkritisi pejabat terkait.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Plt. Wali Kota hingga Ketua DPRD Kota Bekasi banyak alasan hanya demi sekedar menjenguk terkesan malas-malasan.

“Pejabat Kota Bekasi seolah-olah masih berhitung untung-rugi hanya sekedar memberikan support moril pada Salma Melati si anak yatim,” pungkasnya.

Saat melakukan kunjungan terkait konfirmasi di rumah kediaman Salma Melati, berdasarkan pantauan kondisi wajahnya masih terlihat bengkak besar. Penglihatan kedua bola matanya telah terganggu hingga mengalami kebutaan. Selain itu, asupan makanan bagi ketahanan tubuhnya mulai telah dianjurkan fokus nutrisi khusus penyakit kanker. (Nal)