Pemkab Cirebon Harus Tegas dan Berani

0
98

CIREBON,- Nasib pekerja/buruh Kab.Cirebon penerapan PSBB provinsi Jawa Barat. Tak henti- hentiny buruh/pekerja tidak diuntungkan dalam situasi pandemi Covid -19 ini.

Pemerintah kab.cirebon sudah melakukan pemberlakuan PSBB mulai tgl 6 Mei 2020, tentunya hal ini makin banyak pekerja buruh yang dirumahkan oleh pengusaha karena perusahaan tidak beroperasi seperti biasanya demi memutus mata rantai Covid- 19, buruh/ pekerja pun dengan senang hati dirumahkan yg terpenting tetap mendapatkan upah seperti biasanya, agar tetap bisa bertahan hidup dalam situasi sulit seperti ini.

Belum selesai permasalahan tidak diberikannya upah pekerja dirumahkan, kini pekerja dihadapkan dengan regulasi pemberian THR dengan cara bertahap.

Kehadiran pemerintah dalam melindungi pekerja dari kesewenang – wenangan pengusaha sangat dibutuhkan untuk saat ini dengan ketegasan dalam menegakan aturan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku, Situasi ini makin diperparah dengan dikeluarkannya surat edaran dari Kemenaker yang berkaitan dengan tunjangan hari raya keagamaan, karena salah satu isinya yaitu membolehkan pengusaha membayar THR secara bertahap

Sebelum ini pun pekerja dikabupaten cirebon sudah dirugikan karena kurang tegasnya penegak hukum ketenagakerjaan yaitu UPTD pengawasan ketenagakerjaan dalam menindak pengusaha” yang masih membayar upah lebih rendah dari upah minimum kabupaten.

Ketua DPC FSPS Kab. Cirebon Amal subkhan menegaskan agar UPTD pengawasan berani menindak tegas pengusaha yang melakukan pelanggaran peraturan perundang – undangan, tanpa pandang bulu dan Disnakertran Kab.Cirebon segera melakukan pembinaan dan pendataan terkait perusahaan yang tidak melaporkan atas merumahkan karyawan dan Rencana pemberian THR yang kemungkinan banyak permasayalahan dalam pelaksanaan nya.

Tindakan tersebut jangan hanya sekedar teguran melainkan tindakan yg bener membuat jera pengusaha.dalam situasi sulit seperti ini tidak relevan ketika hanya Hak pekerja saja yang di kurangi selama wabah covid 19.