Pemilik Saham Terbesar Columbia, Divonis 3 Tahun

0
727

INAPOS, JAKARTA,- Leo Candra, pemilik saham terbesar PT. PT Citra Prima Mandiri (CPM) atau Columbia sebagai pelaku pembobol 14 bank akhirnya divonis 3 tahun penjara dari tuntuntan Jaksa Penuntut Umum (JPU) 13 tahun penjara.

Vonis tersebut diterima Leo di Pengadilan Negeri Jakarta (PN) Pusat pada Rabu (8/1/2020) oleh Mejelis Hakim yang dipimpin oleh Desbenneri Sinaga, S.H. M.H dan didampingi Robert, S.H, M.Hum serta Endah Detty Pertiwi, S.H, M.H.

Leo divonis atas laporan salah satu dari 14 bank yang telah Ia bobol yaitu Bank Panin dengan kerugian Rp. 425 miliyar.

” Terdakwa Leo Candra atas dakwaan alternatif ke 2 pasal 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, karena uang hasil pinjaman bank di pergunakan untuk pembayaran Gaji karyawan. Dan atas dakwaan tersebut terdakwa di bebaskan atas dakwaannya. Terdakwa Leo candra di hukum 3 tahun penjara karena terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penipuan yang berkelanjutan. Semua barang bukti di kembalikan ke Jaksa Penuntut Umum untuk perkara lain. Terdakwa di tahan di rumah tahanan negara dan membayar uang perkara.” demkian Hakim Ketua membacakan putusannya.

Jaksa pengganti usai sidang saat di temui media tidak memberikan jawaban banyak saat ditanyakan bagaimana tanggapannya atas putusan Majelis Hakim tersebut. ”Kami nyatakan banding dan sudah kami tanda tangan surat bandingnya,” jawab Jaksa Pengganti dan enggan menyebutkan namanya.

Penasehat hukum terdakwa, Prasetya Utama saat dimintai komentarnya, bungkam.

Sekedar mengingatkan Leo Candra merupakan satu dari 8 pelaku pembobolan dana bank sebesar  Rp. 14 triliun dari 14 bank dan pelaku tersebut antaranya Sie Ling (vonis 3 tahun), AP, DS, RS, AS, CDS dan LD yang merupakan anak Leo dan sedang menjadi buronan Mabes Polri (DPO).

Leo menerima vonis atas jabatannya sebagai Komisaris Utama PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP).

Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun, Leo merupakan pemegang saham sebanyak 33.33% di PT. SNP Finance sekaligus pemilik 85.28 % PT. Columbindo Perdana (Columbia) dimana Columbia begerak di bidang penjualan alat – alat elektronik dan warehouse jadi jika konsumen Columbia akan membeli barang secara kredit otomatis akan di biayai oleh PT. SNP.

Pengurus perusahaan (Leo dan rekan-rekan) PT SNP Finance itu membuat piutang fiktif kepada 14 bank dengan jaminan dokumen fiktif berupa data konsumen Colombia.

Uang yang diajukan dan dicairkan oleh PT SNP Finance seharusnya dibayarkan kepada pihak Colombia sesuai daftar piutang yang dilampirkan saat permohonan pencairan kredit. Akan tetapi, karena piutangnya fiktif, sehingga fasilitas kredit tersebut dipergunakan untuk keperluan para pemegang saham dan group perusahaan.

Berikut pula daftar 14 bank yang telah dibobol PT.SPN :

  1. Bank Mandiri.
  2. Bank BCA.
  3. Bank Panin.
  4. Bank Jtrust,
  5. Bank Resona Perdania,
  6. Bank Nusantara Parahianyan,
  7. Bank Victoria,
  8. Bank Ganesha,
  9. Bank NOBU,
  10. Bank SAUDARA,
  11. Bank JabarBanten,
  12. Bank China Trust,
  13. Bank Sinarmas dan
  14. Bank Cavital

Total kerugian yang diakibatkan mencapai Rp 14 triliun. (Cep’s)