Pembina K3 : Jika PBB Tahu, Manado Mungkin Mendapatkan Nobel Perdamaian Dunia

0
237

Jakarta.- Pembina Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Haidar Alwi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menangkal tindakan radikalisme yang saat ini sedang berkembang di Indonesia.

“Perkembangan paham radikalisme oleh orang-orang yang ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlu kita antisipasi secepatnya, agar bangsa ini tetap utuh,” kata Haidar disela menghadiri Sayembara Tarian Kabasaran yang diadakan oleh Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) di kampus IBM ASMI Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (29/06/19) malam.

Lanjut Haidar, Indonesia adalah negara Bhineka Tunggal Ika yang memiliki berbagai macam suku, budaya, agama dan ras. Sehingga melalui kebudayaan ini diharapkan bisa menjadikan suatu kekuatan untuk melawan paham-paham yang berbahaya yaitu radikalisme yang bertujuan memecah belah NKRI.

“Saya merasa bangga sekali bisa hadir dalam kesempatan yang baik ini. Kita semua tahu bahwa Manado itu adalah kota paling toleran, bukan hanya di Indonesia tapi mungkin juga di dunia,” ujarnya.

Haidar menceritakan pengalamannya saat beberapa kali mengunjungi Manado. Menurutnya Manado adalah kota yang sangat luar biasa, Indonesia beruntung memiliki Manado yang masyarakatnya ikut berperan dalam menjaga NKRI.

“Hingga saat ini, NKRI masih bertahan tak lepas dari peran serta saudara-saudara kita yang berasal dari Manado. Dimana persahabatan antar umat beragama di sana sangat luar biasa. Dan saya sangat salut dengan hal tersebut, maka dari itu kita perlu berikan apresiasi untuk teman-teman dari Manado,” kata Penanggung Jawab Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) itu.

Di sana, kata Haidar, di saat perayaan natal orang Islam ikut menjaga gereja dan sebaliknya jika lebaran orang Nasrani juga ikut menjaga. Jika PBB tahu mungkin Manado akan mendapatkan hadiah utama dari nobel perdamaian dunia. Sifat kasih sayang di sana begitu luar biasa, tidak membeda-bedakan suku, agama, ras dan antar golongan. Buat saya Manado is the best.

Meskipun begitu perlu anda ketahui bahwa saat ini perkembangan radikalisme sedang mencapai puncaknya. “Untuk itu saya mengajak teman-teman dari Manado untuk menangkal segala bentuk radikalisme, karena radikalisme di Indonesia sudah mencapai titik yang membahayakan,” urainya.

Haidar menjelaskan seperti yang kita tahu beberapa tokoh di Indonesia telah mengatakan bahwa Indonesia sudah ada di pinggir jurang kehancuran karena ulah orang-orang radikalisme. Kita tidak ingin melihat seperti di Suriah, Irak dan negara-negara yang lain akibat perbedaan yang kecil saja bisa menyebabkan hancurnya sebuah negara. Saya ingin mengajak teman-teman dari Manado khususnya yang tergabung di Kerukunan Keluarga Kawanua ini untuk bersatu padu menolong pemerintah dari jeratan orang-orang radikalisme yang tidak bertanggungjawab.

“Untuk itu saya ingin membangkitkan semangat teman-teman di sini, dengan tolong kumandangkan semangatmu, kobarkan jiwa patriotmu untuk persatuan Indonesia. Saya yakin teman-teman dari Manado siap untuk itu, demi persatuan Indonesia.

Adapun sayembara yang diikuti 5 grup kawasaran yaitu Kawasaran Malesung, Kawasaran Lingkan Bene, Kawasaran Makasiau, Kawasaran Makatanak Minahasa dan Kawasaran Patriot Manguni Makasio.

Sayembara Tarian Kabasaran dimenangkan oleh Kawasaran Patriot Manguni Makasio dengan nilai 2020. (Elwan)


Komentar Anda?