Pembangunan Rabat Beton Mangkrak, Tokoh Masyarakat : Kami Akan Audiensi

0
801
KABUPATEN CIREBON.- Pembangunan Rabat Beton di Jalan Kartini Desa Karang Mekar, Kecamatan Karangsembung dengan nilai Rp. 424.260.400,- yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap II TA. 2019 kini menjadi pertanyaan tokoh masyarakat, pasalnya proyek Rabat Beton tersebut hingga saat ini mangkrak atau tidak dilanjutkan kembali.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Karang Mekar Toat Hidayat menuturkan, bahwa pembangunan rabat beton sesuai rencana dengan anggaran tersebut volumenya Panjang 1.050 M X 3 M X 0,13 M. Namun pada kenyataannya yang dikerjakan dilapangan hanya sekitar 750 meter saja, alhasil masih ada kekurangan volume sebesar 300 meter.
“Kami menduga ini ada persekongkolan karena disamping mangkrak hingga kini, kualitas rabat beton tersebut tidak sesuai spesifikasi dikarenakan sudah mulai pada rusak,” ujar Toat kepada inapos, Rabu (6/11/19).
Sebenarnya, lanjut Toat, masalah tersebut sudah di komplen oleh masyarakat hingga berujung adanya pertemuan antara masyarakat, Desa dan Kecamatan. Bahwa dana untuk menutupi kekurangan proyek masih ada di Pj. Kuwu (T) sehingga keputusan untuk mengambilnya dan dimasukkan dalam kas desa. Dan pekerjaan tersebut harus diselesaikan pada 4 September 2019 sampai 12 hari kedepan.
“Kenyataannya sampai sekarang kekurangan volume proyek tersebut tidak terlaksana alias mangkrak. Ini jelas sudah menipu masyarakat,” tegas Toat yang juga Ketua LSM GMBI Karangsembung ini.
Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan langkah – langkah untuk membongkar kasus ini agar masyarakat dapat mengetahui ada apa dibalik mangkraknya proyek tersebut.
“Kami akan meminta audiensi dengan pihak terkait. Bilamana dalam kasus ini ada upaya mengarajlh pada kerugian uang negara, kami tak ragu untuk diselesaikan secara hukum,” tandasnya. (Kris)