Pelapor TPPO, Dapat Terjerat Keterangan Palsu

0
1053

INAPOS, CIREBON,- Kasus Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diadukan Tarmin (35) ke Polres Kota Cirebon (Polresta Cirebon) dapat berujung Tindak Pidana Pemberian Keterangan Palsu atau Pelaporan Palsu.

Baca berita sebelumnya : Diduga, Pelapor TPPO Buat Keterangan Palsu

Kepada Inapos, Sailan Sr sebagai Ketua Umum Lembaga Analisis Masyarakat Madani Pemersatu (Lammpu) menyampaikan bahwa usai membaca pemberitaan di Inapos sebelumnya, dirinya mencoba mencari tahu dan mendatangi pihak terlapor hingga menemukan beberapa fakta.

“Hasil saya berkomunikasi dengan terlapor yang kebetulan anggota saya, tidak ditemukan unsur TPPOnya. Dari data yang ada, Rohayani sebagai TKW berangkat ke luar negeri atas persetujuan Suami yaitu Tarmin. Upah atau Gajih yang diterima sesuai dengan perjanjian sebesar 300 USD pun langsung dikirim ke Suami dan itu dibuktikan dengan bukti-bukti setoran serta bekerja diluar negeri pun nyaman,” jelas Sailan, Sabtu (4/4/2020).

Masih tutur Sailan, dirinya menemukan bukti percakapan dan video permintaan Rohayani yang menjelaskan bahwa dirinya justru ingin terus bekerja sesuai kontrak.

“Bahkan dalam video percakapan Rohayani dan seseorang yang diduga suaminya, meminta Suaminya tidak melakukan pengaduan karena dia bekerja nyaman serta dia meminta ijin untuk melanjutkan kerja. Dalam komunikasi tersebut, Saya mendapat informasi Rohayani sedang di kantor Agen dan didampingi oleh irang dari KBRI. Saya menemukan pula, rekaman bahwa Rohayani, diduga telah melakukan fitnah agar terlapor terjerat tindak pidana,” tuturnya.

Menurut Sailan, dari bukti-bukti yang ada pihaknya akan segera melaporkan Rohayani atau Tarmin ini ke pihak terkait dan bukan hanya sekedar pengaduan masyarakat.

“Kami akan analisa lebih dalam dan segera meluncurkan laporan atas dugaan tindak pidana keterangan palsu,” tutup Sailan.

Untuk menyikapi persoalan ini, Redaksi mencoba menghubungi staff KBRI melalui saluran telepon selulernya, sedang tidak aktif. (Cep’s)