Pelanggar UU ITE Divonis 1 Tahun, Korban Kecewa Berat

0
127

INAPOS, JAKARTA,- Majelis hakim Pengadilan Jakarta Barat memutus bersalah Vivi Nathalia (42) seorang guru piano atas pelanggaran UU ITE berupa 1 tahun penjara yang di gelar pada hari kamis, (13 /02-2020) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, jl S.Parman Kec, Palmerah Jakarta barat.

Sebagaimana putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim, Vivi Nathalia dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan, melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, penghinaan, fitnah dan pengancamam sehingga dihukum 1 tahun penjara. Namun tidak ditahan dan sebagai gantinya masa percobaan 2 tahun.

” Dihadapan wartawan, Tatang (52) bertemu dengan Jaksa Mardiana Yolanda Silaen, SH. MH, meminta langsung banding, Tatang agak kecewa karena Vivi tidak di tahan mengingat kasus pencemaran nama baik lain dengan bukti satu lembar saja dihukum ditahan penjara ” kata Tatang kepada awak media.

Lanjutnya, Tatang mengklaim mempunyai ratusan lembar bukti2 , rekaman CCTV, audio , perjanjian akta notaris, jumlahnya barang buktinya banyak sekali. Tatang menyakini, ini adalah kasus pencemaran dengan bukti paling banyak di Indonesia sampai saat ini.

Dalam putusannya Majelis Hakim , Vivi secara sah yang meyakinkan, terbukti memposting kalimat pada facebook dan group whatsapp dengan kata-kata tidak pantas penghinaan, bodyshaming bahkan pengancaman ingin menghancurkan hidup Tatang seperti”

“Kalo g minta tolong mereka, lo dijamin viral seindonesia, dan lo gak bakalan bisa cari makan disini lagi Bro! “ , “g bakal pake segala koneksi & kekuatan yg g punya buat hancurin mata pencaharian & hidup lo!”, “g adalah Ratu Tega” , “saya dengan segala senang hati akan memperlakukan anda seperti binatang”, “gw jenggut rambut nya sampe jatoh” , “g sepak mukanya pakek tendangan bayangan”. “Iya ular walau udah ganti kulit berkali kali tetap ular”, “belalang pencuri harta!”, “Gak bermoral , pembohong & sampah masyarakat!” “Bantu share biar gak ada korban lainnya!”, “Tolong share sebanyak banyaknya”

“Ko Andy punya uang, g pun punya uang. Lo tau kan the power of money?” , “G bisa hire pengacara terbaik untuk jeblosin lo ke penjara”.

Vivi juga tidak dapat membuktikan tuduhannya bahwa Tatang dituduh sebagai perampok, penipu, mencuri / menggelapkan uang perusahaan, punya banyak wanita simpanan, mengambil mobil Fortuner, Pajero, Kuda, Camry dan meminta suaminya untuk menandatangani blanko perjanjian. Tatang dengan tegas membantah semua tuduhan itu, tidak pernah ada putusan pengadilan yang membuktikan bahwa tuduhan ini benar. Tatang menantang Vivi Nathalia untuk membuktikan tuduhan fitnah tersebut di atas pada Pengadilan yang akan datang. Jadi tuduhan2 ini adalah FITNAH” Ucap Tatang,

Dalam persidangan Vivi beralasan postingan pada facebook adalah curhat atau kebebasan berekspresi sekalipun terdapat kata-kata yang menghancurkan martabat dan mata pencaharian orang lain namun hal ini tidak dapat dibenarkan.

Selain itu Vivi juga terbukti memposting hal-hal negatif di tokoonline milik Tatang sehingga tokonya menjadi sepi dan Tatang saat ini kesulitan mencari mata pencaharian.

Bahkan Tatang dengan kondisi fisiknya yang kurang beruntung memakai dua tongkat karena kena polio, dibully oleh Vivi dengan kalimat menghina dan merendahkan martabat seperti “kasihan karena sodaranya gak bakalan bisa kerja ke org lain karena cacat (polio)”, “Orangnya cacat kok ditendang juga nyungsep”.

Tatang meminta jaksa supaya banding dan masih berharap keadilan lebih lanjut. Tatang agak kecewa karena Vivi tidak di tahan mengingat kasus pencemaran nama baik lain dengan bukti satu lembar saja dihukum ditahan penjara” Tutup Tatang.