Paslon AGK-YA Menangkan PSU

0
311

Inapos, Ternate.- Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara secara resmi belum menetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur 2019-2024 dalam proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dilaksanakan pada tanggal 17 kemarin di wilayah Kabupaten Sula, Taliabu dan 6 Desa Halut Halbar, namun partai koalisi pengusung PDIP bersama PKPI Malut telah menggelar konferensi pers kemenangan.

hal ini tentu didukung oleh sejumlah data fom C1 yang dikantongi oleh tim AGK-YA, berupa perolehan suara paslon setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yakni, AHM Rivai 163.229. Bur-Jadi 138.996. AGK-YA 167.378. MK-Maju 63.791 total suara. Kemudian perolehan suara ulang (PSU), AHM-Rivai 12.316. Bur-Jadi 361. AGK-YA 9.224. MK-Maju 108. Maka dari total kedua paslon nomor urut 1 dan 3 dengan selisih 1.057 setelah PSU digelar.

“Dalam proses PSU ini telah kita dapatkan hasil secara bersama-sama, dan secara akumulasi paslon AGK-YA memenangkan proses pemilihan Gubernur Maluku Utara di PSU ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kepada seluruh pendukung masyarakat Malut yang telah menjatuhkan pilihan kepada pasangan AGK-YA untuk terus menjaga kemenangan, ketertiban sambil menunggu keputusan secara resmi pleno oleh KPU Malut yang akan nanti disampaikan pada Mahkamah Konstitusi (MK) sebagaimana perintah keputusan MK pada sengketa pemilihan kepala daerah Maluku utara,” jelas Asrul Rasid sekertaris PDIP Malut dalam konferensi pers bersama Wakil Walikota Tidore, Masrul Ibrahim Ketua PKPI Malut, Kamis (18/10/18).

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Gani Kasuba, menyampaikan bahwa agenda politik yang berjalan saat ini sangat melelahkan, apalagi ditambah dengan PSU. Namun kata AGK, kesiapan saya sebagai Gubernur hanya berharap dan berdoa mudah-mudahan negeri ini aman, siapa pun yang menjadi pemimpin yang kita harapkan terutama adalah kedamaian rasa saling sayang menyayangi.

“Apakah itu kita memilih ataupun tidak, yang jelas semuanya adalah rakyat Maluku Utara memiliki satu pemimpin,” jelas KH. Abdul Gani Kasuba.

Sementara itu, Wakil Walikota Tidore menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Malut yang telah menjatuhkan pilihan kepada paslon nomor urut 3, sehingga keluar sebagai pemenang di PSU pada 17 Oktober kemarin. Kata dia, memang belum penetapan secara resmi dari KPU, namun semua fom C1 secara terang menerang bahwa yang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur adalah AGK-YA.

“Mulai dari Kamis 18 Oktober hari ini tidak ada lagi nomor urut 1, 2, 3 dan 4 yang ada hanyalah Gubernur periode kedua, perbedaan telah selesai. Mari satukan seluruh kekuatan dan kebersamaan untuk Maluku Utara yang lebih baik, kalah menang hal biasa mari kita terima dengan hati yang lapang,” imbuh Ayah Erik. (El)