Pasca Pemilu, Inilah Pernyataan Sikap PTAI Seluruh Indonesia

0
209

Inapos, Jakarta.- Forum komunikasi (Forkom) BEM/DEMA PTAI se- Indonesia melaksanakan diskusi kebangsaan dengan tema ‘Menegaskan Komitmen Kebangsaan Dalam Upaya Menjaga Stabilitas Keamanan Negara Pasca Pemilu 2019’.

Kegiatan ini dilandasi dengan fenomena yang terjadi pra dan pasca Pemilu 2019. Banyak perubahan yang terjadi di kalangan elit dan masyarakat, perubahan ini membawa dampak negatif bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

Nica Ranu Andika Presnas Forkom BEM/DEMA PTAI se-Indonesia dalam sambutannya menyampaikan, Perhelatan politik di Tahun 2019 ini sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Banyaknya berita hoax dan ujaran kebencian terdengar dan tersebar dikalangan masyarakat, rasa benci dan perbedaan aspirasi yang kerap dibuat begitu meruncing, sehingga persatuan Indonesia pun terkoyak,” ucapnya, di wilayah Jakarta Timur, Rabu (22/05/19).

Sementara dalam penyampaian materi yang disampaikan oleh Letnan Jendral (Purn) TNI. Drs. M. Munir ketua Dewan Analis strategi BIN yang merupakan mantan Sesjen Wantannas mengatakan, bahwa saat ini penegak hukum sudah berupaya untuk memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan tugas.

“Kita berharap seluruh pihak dapat menyelesaikan seluruh permasalahan dengan mengikuti prosedural hukum yang berlaku, karena negara kita adalah negara hukum,” tegasnya.

Selanjutnya, Agus Suherman Tanjung selaku Presnas FORKOM BEM/DEMA PTAI Wilayah Sumsel yang juga hadir dalam kegiatan tersebut dalam sambutannya mengungkapkan, “kita semua berharap yang terbaik bagi Bangsa Negara Indonesia. Pesan Gus Dur kepada kita semua, bahwa tidak yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan, kita menginginkan pemimpin yang terbaik tanpa harus ada pertikaian,” tandasnya.

Usai gelar diskusi, peserta yang hadir di sesi akhir menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut :

Pertama, menghimbau kepada para elit politik untuk segera melakukan Rekonsiliasi demi menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

Kedua, meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi pada narasi-narasi yang cenderung memecah belah persatuan dan Kesatuan.

Ketiga, menghimbau kepada seluruh peserta Pemilu 2019 untuk dapat menyikapi hasil Pemilu dengan bijak dan sesuai dengan prosedur yang ada.

Keempat, mendorong semua permasalahan dan perselisihan pemilu diselesaikan secara hukum dan konstitusional.

Kelima, meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondusifitas Indonesia, menuju kedewasaan dalam berdemokrasi.

Keenam, menolak gerakan adu domba rakyat, karena akan memecah belah persatuan bangsa dan yang terakhir, menghimbau kepada seluruh Mahasiswa untuk mendoakan keselamatan Bangsa. (Elwan)


Komentar Anda?