Selasa, Juni 25, 2024
BerandaDaerahPAPPRI : Pengelolaan Gedung Kesenian Sukabumi Harus Sesuai Perda

PAPPRI : Pengelolaan Gedung Kesenian Sukabumi Harus Sesuai Perda

KOTA SUKABUMI,- Berbagai pembangunan di Kota Sukabumi terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), setelah rampunya pembangunan Gedung Gakin disekitar area RSUD Syamsudin SH selang hitungan hari saja Gedung Kesenian yang berada disekitar Jalur Lingkar Selatan (Lingsel) Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi sudah nampak bisa dipergunakan oleh para pelaku seni, budaya dan warga masyarakat pada umumnya.

Gedung dengan desain berbentuk Goong tersebut dibangun dengan menghabiskan dana sekitar 10 Miliar yang bersumber dari APBD 1 Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2017 yang lalu. Gedung megah tersebut saat ini menjadi primadona khususnya bagi para pelaku seni dan budaya. “Setelah gedung kesenian tersebut selesai dibangun dan sudah siap huni, kini gedung goong itu menjadi pembahasan khususnya terkait dengan pengelolaan,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ppersatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Sukabumi, Hidayat Alamsyah Brenjon saat di hubungi selulernya Jumat (6/4).

Brenjon menjelaskan, pada dasarnya pengelolaan gedung atau aset pemerintah tersebut sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Kerjasama Daerah. “Jadi kaitan dengan pengelolaan Gedung Kesenian Sukabumi kedepan tentunya kita harus merujuk pada Perda Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Kerjasama Daerah dalam hal ini adalah Pemda bisa saja melakukan penunjukan atau seleksi terhadap lembaga atau oragnisasi sesuai dengan kompetensi,” jelasnya.

Untuk itu lanjut Brenjon, kaitan hal tersebut maka tidak perlu lagi diperdebatkan atau diperselisihkan biar nanti pihak pemerintah yang menentukan oleh siapa gedung tersebut dapat dikelola. “PAPPRI Sukabumi misalnya, jauh hari kami sempat ditawarkan oleh pihak Disporabudpar dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi untuk menghuni salah satu ruangan yang ada di Gedung Kesenian, namun tawaran tersebut hanya baru sebatas lisan belum secara formal,” ungkapnya.

Terlepas dari adanya tawaran yang sudah dilontarkan terhadap dua lembaga pemerintan itu. PAPPRI Sukabumi berharap agar hal tersebut dapat direalisasikan mengingat PAPPRI ini sudah mewakili dari semua unsur seniman khususnya musik. “Kita tunggu saja apakah dua OPD Pemda Kota Sukabumi tersebut kembali menawarkan terhadap PAPPRI atau tidak, jika seandainya tidak, maka kami akan melakukan langkah persuasif guna menagih atau mengingatkan terhadap dua OPD tersebut terkait dengan tawarannya itu,” tegas Brenjon yang juga menjabat sebagai Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kota Sukabumi.

Yang terpenting adalah, bukan hanya sekedar siapa nanti yang mengelola gedung tersebut, akan tetapi yang harus dipikirkan oleh seluruh pelaku seni yang ada di Sukabumi dan Pemerintah adalah bagaimana kemudian Gedung Seni tersebut bisa berjalan atau dipungsikan sesuai dengan fungsinya. “Percuma gedung seni itu megah kalo tidak diurus oleh ahlinya dan tidak dilengkapi fasilitas seni dan budaya yang memadai, bagaimana para seniman dan budayawan mau mengembangkan bakat dan potensinya jika penunjang nya saja terbatas, mubazir,” imbuhnya.

Ia berharap baik Pemda Kota ataupun Kabupaten Sukabumi bisa memikirkan dan mengembangkan bakat atau potensi seni dan budaya yang dimiliki oleh sukabumi.

“Gedung seni sudah ada, tinggal potensi Sumber Daya Manusia (SDM) terus dibina dan diasah sehingga kompetensi nya bisa handal ditambah penunjang fasilitas harus memadai insyallah sukabumi kedepan para pelaku seniman atau budayawan akan siap bersaing di kancah Nasional bahkan Internasiknal,” pungkasnya.(Eko)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -    

Most Popular

Recent Comments