Panglima TNI : Pejuang Veteran Cerminan Pengorbanan Jiwa Raga Tanpa Pamrih

0
412

JAKARTA.- Para pejuang veteran adalah cerminan pengorbanan jiwa raga tanpa pamrih, karena merupakan sebuah perjuangan yang sangat tulus tanpa terlintas sedikitpun apa yang akan diperoleh sebagai buah manis perjalanan panjang tanpa henti demi kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dalam sambutannya pada acaraSilaturahmi Panglima TNI dengan Veteran dan Wartawan Veteran dalam rangka memperingati HUT ke-73 TNI Tahun 2018, di Gedung Balai Sudirman, Jl. Dr. Saharjo No. 268, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjantomengatakan bahwa semangat para pejuang veteran harus terus diwarisi oleh kita semua sebagai generasi penerus bangsa.  “Prajurit TNI tidak akan ragu untuk menunjukkan dharma bhakti terbaiknya, seperti halnya yang dicontohkan oleh para prajurit dan pejuang pendahulu kami,” tegasnya.

Selanjutnya Panglima TNI mengharapkan para pejuang veteran untuk melanjutkan dharma bhakti kepada bangsa dan negara dengan menempatkan diri sebagai figur panutan dan teladan nyata. Menurutnya, para pejuang veteran dapat menjadi sumber inspirasi generasi muda untuk berbuat lebih baik lagi.

“Bimbinglah kami sebagai generasi penerus bangsa, berilah restu dan doakan agar kami dapat mempersembahkan yang terbaik demi tanah air tercinta,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa Tentara Nasional Indonesia adalah sebuah sejarah angkatan perang yang menjadi bagian dari sejarah bangsa yang besar dan ber-Bhinneka Tunggal Ika. “Dalam perjalanannya, TNI telah mencatatkan pengabdiannya kepada bangsa dan negara ini dengan tinta emas. Para veteran adalah saksi dan bahkan tokoh utama dalam sejarah pengabdian tersebut,” ungkapnya.

Disisi lain, Panglima TNI mengatakan bahwa dengan telah masuknya masa kampanye pemilihan calon Legislatif dan Presiden/Wakil Presiden tahun 2019, salah satu upaya yang dilakukan oleh TNI adalah menggugah kesadaran masyarakat luas bahwa Pemilu adalah pesta demokrasi.  “Artinya, rakyat bergembira dan menentukan pilihan terbaik sesuai dengan hati nuraninya. Tidak boleh ada ujaran kebencian, fitnah, hasutan bahkan perpecahan sesama anak bangsa,” tuturnya. (Red)