0 2 min 6 tahun

TERNATE,- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Maluku Utara Partai Amanat Nasional (PAN) Abdul Majid Husen akhirnya diberhentikan dari jabatan Ketwil. Pergantian Majid dari Ketwil PAN dilakukan oleh sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang digelar di Hotel Boulevard Sabtu (3/3/2018) tadi malam dengan rapat pleno diperluas.

Rapat Pleno diperluas dipimpin langsung oleh Suhardi Kasman, yang didampingi oleh dua anggota yakni Djufri dan Ichsan Lutfin.

Alasan pergantian Majid dari Ketua DPW PAN akibat Mosi tidak percaya terhadap kepimimpinan dan loyalitas partai yang selama ini dijalankan serta tidak mampuh menjalankan roda organisasi Partai. Hal ini belum mendapat respon dari pusat. Ucap Wakil ketua DPW Suhardi usai melakukan pres confrensi.Sabtu (3/3/2018) malam tadi

Menurutnya, pergantian Majid telah disepakati oleh masing-masing ketua DPD Kabupaten Kota. selain kabupaten Sula Kepulauan dan Kabupaten Taliabu Pulau. Pertemuan inilah disepakati bersama bahwa Majid harus dilengserkan sebab dinilai tidak mampu menjalankan agenda partai seperti Rapat Kerja Wilayah, Rapat Pimpinan Wilayah dan agenda PAN lainnya.

” Majid harus dilengserkan sebab tidak mampu menjalankan roda organisasi. Saatnya PAN harus mencari ketua baru untuk menyelamatkan Partai PAN, ” Cetusnya.

Hal yang senada juga disampaikan Djufri S. Safar berdasarkan hasil evaluasi DPD partai PAN, Majid telah tidak mampu menjalankan organisasi partai sehingga timbul masalah yang terjadi diinternal partai PAN yang tak kunjung selesai. Sehingga dibuatlah musyawarah diperluas untuk mencari ketua baru yang loyalistis terhadap organisasi partai.

” Soal figur yang akan menggatikan Majid sebagai Ketwil, kami masih melakukan seleksi untuk beberapa usulan nama-nama yang ada. Dan secepatnya akan di umumkan, ” Jelasnya.

Ketika disentil soal pergantian Majid sebagai Ketwil bisa mempengaruhi dukungan atau tidak, dirinya mengatakan semua tergantung arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN. ” kami hanya mengikuti istruksi dari DPP dan kalaupun DPP menyuruh kami melakukan pengalihan dukungan kami tetap mengikuti perintah, ” Tuturnya. (Min)