OTT Jadi Pilihan; Jadi Saingan Bioskop Saat Pandemi

0
115

Jumlah pengguna internet di Indonesia hingga kuartal II tahun ini naik menjadi 73,7 persen dari populasi atau setara 196,7 juta pengguna. Pembelajaran online dan kebijakan bekerja dari rumah (work form home) akibat pandemi Covid-10 sejak Maret lalu menjadi salah satu pemicunya.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Survei tersebut dilakukan pada 2 sampai 25 Juni 2020.

“Jamalul Izza, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menjelaskan, kenaikan jumlah penggguna itu antara lain disebabkan beberapa faktor, seperti infrastruktur internet cepat atau broadband di Indonesia semakin merata dengan adanya Palapa Ring, transformasi digital semakin masif akibat pembelajaran online dan kebijakan bekerja dari rumah (work form home) akibat pandemi Covid-10 sejak Maret lalu seperti dilansir dari laman Kompas.

Siang tadi, Direktorat Perfilman, Musik & Media Baru- PMMB Kemdikbud RI bersama dFI deMiFilmIndonesia sukses gelar:
Webinar Sinergi Series ke-2 bersama media dan warga dFI via Zoom SELASA, 02 FEBRUARI 2021 bersama;
Ilhamka Nizam
selaku VP of STRO
bersama Tina Arwin sebagai Chief Content Officer, VIDIO dari Emtek Group
dan Emha
Marcomm of OKEFlix
serta Garin Nugroho – Sineas & Budayawan.

Kepala Pokja Media Baru dan Arsip Film dan Musik, Bapak Tubagus Andre mengawali dengan semangat pemerintah membantu sosialisasi OTT tersebut dan tentu saja upaya mengenal lebih penting daripada tidak sama sekali.

Penyedia konten film buatan anak negeri makin marak dan massive gaet apresiasi kaum Millenial. Terbilang Stro, Vidio, OkeFlix, Nonton punya MVP atau KlikFilm dari Falcon Pictures. Apabila dirunut dari 2015 saat Netflix belum masuk, baru iFLIX, ViU dan Hooq sudah eksis MOX punya MD Entertainment tapi surut dari persaingan sehingga yang masih eksis ViU dari Hong kong bersama We TV-Taiwan dan Catchplay bersama dengan grup GOJEK yakni Go Play menjadi OTT Lokal.

Pihak Vidio dan STRO tidak menutup kemungkinan menerima film-film dari PH lainnya sehingga konten menjadi penting bagi customer seperti yang dijelaskan Tina Arwin lugas yang diaminkan Ilhamka Nizam agar STRO punya keunggulan tersendiri dari OTT lainnya.

OkeFlix seperti dipapar oleh Emha memastikan lebih mengutamakan film-film daerah dengan kearifan lokal dan tidak merasa kuatir dengan persaingan harga atau konten film, hal ini pun raih apresiasi dari Garin Nugroho yang lebih menekankan kekuatan konten lokal sebagai daya tarik tersendiri.

Untuk pasar Indonesia dan India, konten lokal menjadi konten yang banyak dikonsumsi, mengalahkan konten impor, seperti dari Hollywood.

Di Indonesia, misalnya, 44 persen pengakses layanan video streaming mengkonsumsi konten lokal. Di India, angkanya bahkan mencapai 53 persen. Fakta !

OTT tidak lagi sekedar layanan data Over The Top yang luar biasa atau amazing dan menjadi sister dari istilah VoD (Video on Demand) tapi sudah menjadi sahabat Smart TV dan Android TV yang dari pertengahan tahun lalu pada kuartal ke II penjualannya dari beberapa merek tertentu dari pabrikan smartphone sudah diburu para keluarga millenial yang sudah memasang WIFI di rumah mereka masing-masing.

Apalagi dengan hadirnya EVPAD 3Plus yakni TV Box Android generasi ketiga yang sudah menyuguhkan film-film box office, seria, serta channel tv lokal dan luar negeri menyuguhkan kualitas gambar HD bersubtitle Indonesia.

Sayang memang tidak sampai sejauh itu webinar membahasnya yang baru saja berakhir dan semoga akan berlanjut Maret 2021 mendatang dengan menghadirkan Go Play (Go Jek), Nonton (Multivision-MVP) dan Klik Film (Falcon Pictures).

Ayo Tonton OTT Lokal !

(Nal)