Optimalisasi Aset, PT KAI Daop 3 Cirebon Gelar Public Expose

0
674
KOTA CIREBON.- Aset-aset PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang terbentang di Pulau jawa khususnya di wilayah Daop 3 Cirebon masih sangat berpotensi untuk dikembangkan. Aset-aset tersebut terbagi menjadi aset railway (meliputi sarana dan prasarana) dan aset non railway (meliputi tanah, bangunan dinas, rumah perusahaan, perkantoran, dan gudang).

Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon Tamsil Nurhamedi menuturkan, secara keseluruhan aset-aset tersebut terletak di sepanjang jalur kereta api di Pulau Jawa dan Sumatera. Untuk aset berupa tanah yang dikelola oleh PT KAI Daop 3 Cirebon memiliki luasan sebesar 14.987.886 m2. Sedangkan untuk rumah perusahaan berjumlah 663 unit dan bangunan dinas berjumlah 300 unit.
“Legalitas dari keseluruhan aset berpotensi tersebut yang sudah bersertifikat sejumlah 11.338.293 m2 (75,65%) sedangkan yang belum bersertifikat adalah 3.649.593 m2 (24,35 %),” tuturnya dalam Public Expose Kerjasama Optimalisasi Aset Daop 3 Cirebon di Luxton Hotel Jl. Kartini Kota Cirebon, Rabu (20/11/19).
Tamsil menjelaskan, dari sisi letak aset KAI mempunyai profil yang sangat menguntungkan, sebab berada pada lokasi premium di pusat kota, Kawasan perkantoran pemerintah maupun swasta, Kawasan bisnis, perdagangan, ekspedisi, dan pergudangan yang masih dekat dengan simpul-simpul transportasi dan Kawasan pariwisata yang sebagian asset PT KAI memiliki desain arsitektur yang unik dan menarik.
“Untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki KAI, kami akan melakukan sharing knowledge mengenai kerjasama optimalisasi aset, skema kerjasama aset jangka panjang dan jangka pendek, serta lokasi aset potensial di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon,” jelas Tamsil.
Tamsil menambahkan, para pelaku bisnis yang tertarik untuk bekerjasama dengan PT KAI (Persero) dapat melakukan proses tindak lanjut dari kerja sama yang sudah ditentukan. Sedangkan dari sisi kemitraan, status yang diberikan berupa BGS (Bangun Guna Serah), BSG (Bangun Serah Guna), KSO (Kerjasama Operasi), KSU (Kerjasama Usaha), dan Sewa.
“Pelaku bisnis yang menjadi mitra kerja sama dengan PT KAI (Persero) akan melalui prosedur pemilihan bisa dalam bentuk Penunjukan Langsung, Pemilihan Langsung, maupun Kerjasama Langsung,” ujarnya.
Ia berharap, melalui kegiatan FGD yang dilakukan ini, diharapkan dapat menggugah minat dan membuka wawasan para pelaku bisnis untuk dapat memanfaatkan aset yang dimiliki PT KAI (Persero) dalam mengembangkan bisnis usahanya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Corporate Deputy Director of Assets Development PT KAI Suharjono, Vice President Non Transport Commercialization PT KAI Agus Purwanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemda Kota Cirebon Sumanto, KADIN, PHRI dan para pelaku usaha. (Kris)