CIREBON. – Terkait oknum kantor Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS CimanCis) berinisial Isk yang melontarkan kata-kata yang menyinggung media, praktisi hukum nilai oknum tersebut dapat terjerat pasal 310 dan 311 KUHPidana.

Praktisi hukum asal Bandung Erdi D Soemantri angkat bicara terkait dengan oknum yang mengucapkan kata-kata media kurang ajar.

Erdi mengatakan, kata-kata dari oknum BBWS CimanCis tersebut sudah masuk kepada ranah penghinaan profesi.

“Itu kan konteksnya liputan diruang terbuka bukan bersifat mau meliput ke satu orang saja, karena memang kerjanya wartawan itu meliput kegiatan,” katanya.

Erdi menilai, perkataan oknum BBWS CimanCis tersebut tak berdasar, dan dapat dilaporkan atas penghinaan profesi.

“Bisa dilaporkan, terkena pasal 310 dan 311 KUHPidana, karena logika saja kurang ajarnya dari sisi mana tiba-tiba berbicara seperti itu,” ungkapnya.

Selain pasal 310 dan 311 KUHPidana, Erdi mengatakan, Isk dapat terjerat pasal 18 Undang-undang Nomor 40 tahun 1999.

“Memangnya berbuat apa sampai dia bilang media kurang ajar, profesi jurnalis memang dilindungi oleh undang-undang,” tutupnya. (Red)