MUARA BUNGO-Harapan Pemerintah untuk mendongkrak kesejahteraan rakyat lewat Program Koperasi Unit Desa (KUD) agenda Nawa Cita membangun negeri ini dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa sepertinya kurang terealisasi dengan baik.

Sementara dana miliaran rupiah yang di kelolah oleh mantan ketua KUD darma bakti desa tebo jaya kec.limbur lubuk mengkuang yg saat ini menjabat sebagai anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) kabupaten bungo tersebut terkesan hanya sebatas menggugurkan kewajiban. Tak peduli apakah hasil (output) dan manfaatnya (outcome) betul-betul dapat dirasakan masyarakat, yang penting dana tersebut bisa diserap, sementara sisanya raib entah kemana.

Tudingan miring itu seperti temuan media inapos merupakan keterangan dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun.

Dana KUD darma bakti tebo jaya tahun 2018 hingga 2019 diduga dijadikan ajang bancakan oknum anggota DPRD bungo tersebut terdapat 6 poin temuan penyelewengan dana, atas dasar tidak ada transparansi dana pengeluaran dan pemasukan KUD darma Bakti sehingga berpotensi merugikan keuangan negara/desa ratusan juta bahkan miliaran rupiah.

Menurut keterangan herman dan andri hidayat dengan adanya temuan penyelewengan dana KUD tersebut anggota KUD darma bakti tebo jaya yang menjabat saat ini sudah melayangkan laporan ke polres bungo dan kejaksaan negeri bungo pada Agustus tahun 2021, melaporkan mantan ketua , Sekretaris dan bedahara KUD darma bakti dusun Tebo jaya.

“,Kita sudah masukan laporan dugaan korupsi dana KUD tebo jaya ini ke polres dan kejari bungo, sampai saat ini belum ada perkembangan terbaru, jika tidak ada titik terang Anggota akan lakukan demo oknum DPR langsung ke kantor DPRD bungo,”ujar Herman

Besar harapan masyarakat dan anggota KUD tebo jaya kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan tindakan korupsi oknum anggota dewan tersebut.

Sudah terlalu lama kasus ini berlarut larut, jika tidak ada titik terang masyarakat dan anggota KUD tebo jaya akan menggelar aksi demo mempertahankan perkembangan laporan tersebut.

Sampai berita ini di terbitkan, oknum anggota DPRD bungo tersebut belum mau memberikan keterangan apapun.

(RENA)