Kapolres Cirebon Kota AKBP Dr. M. Fahri Siregar saat melihat barang bukti tabung gas 3kg dan 12 kg. Kris

KOTA CIREBON.- Alih-alih ingin mendapat keuntungan berlipat, pria paruh baya berinisial KD (50) warga Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon nekat mengoplos tabung gas bersubsidi 3kg ke tabung gas 12 kg.

KD mampu menjual tabung gas 12 kg sebanyak 15 tabung setiap bulannya.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Dr. M. Fahri Siregar menjelaskan pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat dan melakukan penyelidikan dan akhirnya dapat diketahui bahwa saudara KD telah melakukan penyalahgunaan niaga LPG bersubsidi pemerintah.

Saat dilakukan pengrebekan ditemukan 31 tabung gas yang terdiri dari tabung gas warna hijau ukuran 3kg dan juga warna merah muda ukuran 12kg yang sudah kosong maupun yang masih terisi.

“Anggota juga menemukan barang bukti lainnya yang digunakan oleh tersangka untuk memindahkan isi tabung gas 3 kilo ke tabung gas 12 kilo. Seperti pipa besi yang ada jerujinya dan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut LPG ini,” tutur orang nomor satu di Ciko didampingi Kasat Reskrim AKP Perida Apriani Sisera Panjaitan, S.IK.MH.

Fahri melanjutkan modus operandi dari tersangka yaitu membeli tabung gas elpiji 3kg dengan harga Rp19.000. Setelah itu, LPG 3kg tersebut, disuntikkan atau dipindahkan isinya dengan menggunakan pipa jeruji dengan cara LPG 3kg berada di atas sedangkan LPG 12kg berada di bawah.

“Untuk mengisi LPG 12 kilo tersebut dibutuhkan 4,5 tabung gas elpiji 3kg dengan modal Rp 85.500 dan selanjutnya tersangka menjual kepada masyarakat di wilayah kota dan kabupaten Cirebon yaitu tabung isi 12kg tersebut yang sudah dipindahkan dengan harga sebesar Rp 215.000. Sehingga setelah kita hitung dan berdasarkan dari pengakuan tersangka mendapatkan keuntungan sebesar Rp129.500 dari setiap penjualan LPG 12kg,” ujar Kapolres Ciko didampingi Kasi humas Polres Cirebon Kota Iptu Ngatidja,SH.MH.

Pengakuan tersangka telah melakukan perbuatannya sejak bulan Januari 2022 dan tiap bulannya bisa menjual kepada masyarakat sebanyak 15 tabung.

“Kita kalkulasi kurang lebih sekitar 8 bulan tersangka sudah mendapatkan keuntungan kurang lebih sekitar Rp15 juta,” pungkasnya

Tersangka akan dikenakan pasal 55 undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Sebagaimana telah diubah oleh pasal 40 undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda sebanyak-banyaknya 6 miliar rupiah. (Kris)