Nama Susno Duadji Dicatut, “Tuding Brigjen Aris Pelaku Penyiraman Novel”

0
363

Inapos, Jakarta.- Komjen Pol. (Purn) Susno Duadji, Mantan Kabareskrim Mabes Polri yang namanya sempat viral dalam perhelatan awal ‘Cicak VS Buaya’, kaget melihat salah satu pemberitaan di media online yang mencatut namanya menuding Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

 

Susno Duadji yang dahulu adalah korban regulasi pada waktu itu menjelaskan, bahwa dirinya tidak pernah diwawancarai secara ekslusif oleh media tersebut. Secara gamblang Susno menyebutkan nama portal media online itu adalah Republiknkri.net dan menuding bahwa media online itu menyiarkan fitnah dan kebohongan, ujarnya, Senin (11/09/17).

 

“Saya sangat kaget atas pemberitaan itu. Saya tidak pernah berhubungan dengan wartawannya, tidak pernah dikonfirmasi, tidak pernah kontak dengan redaksi media itu maupun bertemu dengan pihak Republiknkri.net itu. Tiba-tiba ada pemberitaan statment saya menyebut bahwa pelaku utama penyiraman Novel adalah Brigjen Aris Budiman,” jelas Susno Duadji kepada media.

 

Ia menilai bahwa media tersebut sangat menyesatkan, berani membuat berita tendensius, fitnah, mengadu domba dan juga merusak citra dunia Pers di Indonesia dengan merelease berita abal-abal, semuanya ngarang, lanjut Susno dengan nada geram.

 

Untuk diketahui bahwa saat ini Susno Duadji adalah aktifis pemerhati pertanian dan berprofesi sebagai petani di Kampung Halamannya Pagar Alam, Sumatera Selatan.

 

Ketika ditanya mengenai pendapatnya tentang perkembangan kasus penyiraman Novel, Susno Duadji menjawab, sekelas junior saya Brigjen Aris Budiman saya yakin tidak mungkin ada perwira Polri berpangkat Jenderal mau melakukan perbuatan tercela seperti itu.

 

“Kami para perwira terlebih alumni Akabri/Akpol tidaklah mungkin akan melakukan perbuatan seperti itu, kami sejak masuk pendidikan Akademi sudah ditanamkan dan dipraktekan untuk berjiwa, bersikap, dan berperilaku sebagai seorang Perwira, kesatria , berani bertanggung jawab dan gak pengecut main belakang,” cetus mantan perwira bintang tiga Polri ini.

 

Oleh karenanya pelaku perbuatan penyiraman terhadap Novel Baswedan sangat tidak mungkin pelakunya Perwira apalagi berpangkat Jenderal, maka dari itu Polri dibawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian sangat serius untuk mengungkap dan menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan,  Novel itu dulunya Perwira Polisi,  mana mungkinlah pelakunya Perwira Polisi, ungkap Susno yang menilai bahwa hubungan KPK dan Polri sudah pada posisi yang sangat baik.

 

Susno mengingatkan agar semua pihak jangan terpancing dengan isu-isu yang berniat mengadu domba Polri dengan KPK atau instansi lainnya, Susno sangat menghargai upaya Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang melalui berbagai upaya dan pendekatan untuk membina kerjasama dan bersinergi dengan KPK dan instansi penegak hukum lainnya, khususnya dalam memberantas kejahatan yang merugikan negara, kata Susno agar pemberitaan berkonten fitnah dapat diminimalisir yang akan berdampak buruk. (Elwan)