Murid SD Dipaksa Minum Urine

0
298

INAPOS, Babel – Sebuah akun facebook di sebuah grup Facebook beranggotakan belasan ribu akun dan kerap berbagi kabar soal Pulau Belitung, menulis postingan mencengangkan. Akun Pp* A*o itu mengabarkan adanya kejadian seorang siswa di sebuah SD berinisial PR di Kabupaten Beltim mewadahi air seninya, lalu bersama siswa lain yang disebut sebagai teman-temannya, memaksa seorang siswi kelas I untuk meminum air seni tersebut.

 

Siswi berinisial WL itu kemudian dikanbarkan mengalami sakit perut dan mual-mual. Sekolah tersebut juga sudah memanggil orangtua siswa PR dan WL.

 

Ketika berupaya mengkonfirmasi kebenaran informasi kepada Dinas Pendidikan (Dindik) Beltim. Hasilnya, Kepala Bidang Pembinaan SD Dindik Beltim Parnoto membenarkan bahwa pihaknya juga telah mendapatkan kabar ini.

 

Diperoleh informasi bahwa SD tersebut adalah salah satu SD di Kecamatan Gantung. Parnoto mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kabar tersebut.”Kami akan menindaklanjuti ini kepada pengawas sekolah di sana, terutama UPTD-nya. ┬áBagaimana kejadian sebenarnya kami belum tahu karena kami juga baru tahu kabar ini,” ujar Parnoto didampingi Kasi Pembinaan SD Didik Beltim Alvian kepada wartawan, Jumat (15/9/2017).

 

Berikut bunyi postingan tersebut:

 

“Ass,, 14-9-2017, beltim, Telah terjadi prbuatan yg sangat menjijikkan seorang anak sd kls 6 berinisial PR dan kwan”nya memasukkan air kencing k dlm kantong pelastik lalu di minumkn dgn paksa kpda se org anak sd kls 1 berinisial WL, shingga korba berinisial WL mengalami sakit perut dan mual”,,, pihak sekolah ud menamnggil org tua PR dan org tua WL,, dan org tua Sangat terkejut dean shok mengetahui anak nya di perlakukn sperti itu,,

Kami muhon kpd para guru” khusus nya kls 1 tolong pengawasan di per ktat sehingga tidk terjadi perbuatan sperti ini lg,,,”,

 

Postingan juga menyertakan tiga foto anak-anak yang sedang duduk di sofa dalam sebuah ruangan.

Diposting sejak sekitar pukul 13.00 WIB, pada pukul 16.18 WIB, postingan itu telah direspon oleh 225 warganetdan dikomentari sebanyak 163 komentar.

 

Mayoritas komentar bernada miris dan prihatin. Warganet juga menilai perlunya peran besar orangtua mengenai kasus ini.

 

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Belitung Timur Parnoto mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti kabar adanya kejadian sejumlah siswa kelas VI SD di Beltim yang dikabarkan memaksa seorang siswi kelas I ‘meminum’ air seni di salah satu SD di Kabupaten Beltim. Dia mengatakan, pihaknya ┬ábelum mendapatkan laporan resmi dari SD tersebut ataupun dari UPTD di kecamatan.

 

Tapi, Dindik Beltim akan mendalami informasi ini sebagai tindak lanjut. “Kalau memang terjadi seperti itu, jelas kami akan tindaklanjuti dengan meneliti penanganan kasus ini dari bawah dulu, yakni satuan pendidikan itu sendiri, kemudian pengawas binaannya, dan UPT-nya. Bagaimana penanganannya,” ujar Parnoto, Jumat (15/9/2017).

 

Dia menjelaskan, Dindik Beltim akan meminta keterangan dari berbagai pihak dalam kasus ini, termasuk korban, siswa pelaku, pihak sekolah, dan UPTD. “Inikan anak-anak yang masih usia sekolah dasar, yang benar-benar murni masih anak-anak. Paling nanti kami akan minta (keterangan) bagaimana penanganannya dari pendidiknya. Termasuk orangtuanya. Apakah ini memang ini pertama kali, atau sudah pernah kejadian seperti ini sebelumnya,” bebernya.

 

“Kalau sudah pernah ada kejadian kejadian sebelumnya, kami akan sikapi bagaimana penanganan gurunya. Kalau ini pertama kali, mungkin ini berada di luar pantauan para guru di sana, kami juga belum tahu apakah kejadian ini terjadi saat jam pelajaran atau jam istirahat. Kalau saat istirahat, susah bagi guru bisa mengawasi ratusan siswa. Kecuali kejadiannya saat pelajaran, tanggung jawabnya ada di guru,” kata dia.

 

Parnoto mengatakan, perlu peran kerja sama antara sekolah dan orangtua. Menurutnya, perkembangan karakter anak tidak hanya berasal dari pendidik, melainkan juga peran orangtua di lingkungan anak di luar sekolah. “Nah bagaimana peran orangtua, terutama bagaimana peran orang tua dalam pendidikan karakter,” ujar Parnoto.

 

(Imron/Dny)