Munaslub Berkarya, P3B Ingin Perubahan

0
118

Jakarta.- Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B) yang telah dibentuk pada bulan Maret akan segera menggelar Munaslub. Munaslub dijadwalkan dilakukan pada 11 Juli 2020 di Jakarta Selatan.

“Kami adalah presidium panitia dari pelaksanaan munaslub yang nantinya insyaallah akan dilaksanakan minggu depan tanggal 11 Juli 2020,” ujar Wakil Ketua Presidium Penyelamat Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang dalam konferensi persnya, dimarkas P3B, Jl. Brawijaya IX, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Andi menyebut, Munaslub dilakukan untuk melakukan evaluasi, perubahan dan pengembangan partai. Meski permintaan evaluasi telah disampaikan, selama ini Partai Berkarya belum pernah melakukannya.

“Persiapan kami untuk menghadapi munas ini dalam rangka evaluasi total perubahan AD/ART terkait dengan pengembangan partai ke depan untuk menghadapi Pemilu 2024,” ucap Andi.

Dirinya mengungkapkan, bahwa selama ini internal Partai Berkarya di 2019 belum pernah melakukan evaluasi baik itu rapat pleno, Rapim, atau apapun rapat-rapat di bawah, tertinggi dalam hal ini Munas atau Munaslub belum pernah dilaksanakan. Walaupun beberapa dari kami secara personal meminta kepada pimpinan tertinggi untuk melakukan, tetapi tidak dilaksanakan melalui presidium ini kami melakukan evaluasi.

“Komunikasi dengan Pak Tommy, dalam hal ini ketua umum, itu tetap kami laksanakan, bahkan dua hari dari hari ini beliau memerintahkan kepada pimpinan DPW dan DPC seluruh Indonesia untuk ikut, bahkan beliau akan hadir. Tapi terjadi dinamika tentunya ada yang pro ada yang kontra, termasuk Sekjen Priyo Budi Santoso yang menentang,” tukasnya.

Terkait bursa ketum, Andi mengatakan saat ini terdapat dua kandidat, yakni Tommy dan Muchdi Purwoprandjono.

“Selain Pak Tommy, ada Muchdi Pr. Saya kira hanya dua. Tentunya dua-duanya ada pendukung, pendukung status quo kondisi seperti sekarang ini tentu ke Tommy, kalau ingin perubahan tentu ke Pak Muchdi,” ujarnya.

Andi mengatakan Munaslub dilakukan bukan untuk membenturkan keduanya. Namun, bila Muchdi memimpin, diharapkan Tommy menjabat sebagai dewan pembina.

“Munaslub di Jakarta tanggal 11, tapi intinya ini bukan mau membenturkan dua tokoh ini. Tapi kalau toh Muchdi yang pimpin, Pak Tommy kita harap tetap jadi dewan pembina. Beliau kan pendiri di partai ini,” ucap dia.

Desakan ini berdasarkan gagalnya Berkarya menembus parlemen 2019-2024. Selain itu, presidium ini menyebut DPP Berkarya tak menentu nasibnya usai gelaran pemilu. Presidium Penyelamat Partai Berkarya juga mengklaim mereka hadir karena ingin menyelamatkan partai yang dipimpin Tommy Soeharto ini.

Ditempat yang sama anggota P3B Gunthar Bachroemsjah menilai, selain daripada itu dirinya juga beranggapan bahwa partai ini tidak ada keterbukaan. “Seharusnya DPRD tingkat 1 dan 2 diumumkan siapa saja, berapa jumlahnya dan dimana saja. Sedangkan partai ini tidak, saya pernah mencoba meminta hal itu dalam Whatsapp Group namun tidak ada jawaban sama sekali,” ungkap Gunthar.

Sekarang juga bila kalian lewat DPP Partai Berkarya, sambung Gunthar, pasti anda merasakan keanehan dengan kosongnya gedung yang tidak ada kegiatan, bahkan seperti ATK ataupun dokumen itu tidak ada di DPP. “Maka langkah ini sudah tepat untuk dilakukannya evaluasi,” imbuhnya. (El)