Mulai 1 Maret, Berobat Ke RSUD Beltim Akan Di-swab.

0
34

Inapos.com, BELTIM – Direktur RSUD Belitung Timur (Beltim), dr Vonny Primasari mengatakan, dalam upaya antisipasi penyebaran covid-19 di Belitung Timur, mulai tanggal 1 Maret 2021 RSUD Belitung Timur akan berlakukan swab antigen kepada seluruh masyarakat yang berobat ke RSUD, terutama untuk pasien yang masuk IGD.

Hal itu disampaikan dr. Vonny usai melaksanakan rapat dengar pendapat dengan komisi 3 DPRD Kabupaten Belitung Timur, Senin (22/2).

Untuk saat ini, kata dr Vonny, kepada masyarakat yang bergejala tetap akan dilakukan swab antigen bila masuk ke RSUD Belitung Timur, tetapi tidak kepada semua pasien.

” Namun mulai tanggal 1 Maret itu, untuk semua pasien yang masuk. Mengapa kami rencanakan tanggal 1 Maret? karena kami harus koordinasi dulu, apakah keputusan kami tidak memberatkan. Apakah Bupati, DPR itu setuju. Nah itu kan harus kami pertimbangkan, kami harus menyampaikan. Dan ternyata, tadi Alhamdulillah dari anggota DPR Komisi 3 mereka menyetujui,” ungkap dr Vonny.

Setelah mendapat persetujuan, pihak RSUD tinggal merencanakan teknisnya saja. Alasan dilakukan Swab menurut Direktur RSUD Beltim, karena semakin tingginya angka pasien covid-19 dengan transmisi lokal. Bahkan menurutnya sudah ada beberapa pasien yang meninggal akibat transmisi lokal.

“Nanti tidak akan dikenakan biaya tambahan untuk pasien yang diswab antigen. Untuk kesiapan antigen kita itulah salah satu mengapa kami mengambil waktunya 1 Maret. Sehingga di 1 Maret kebijakan ini sudah bisa dimulai,” tandasnya.

Hasil Rapat : DPRD Beltim Setuju

Sementara itu, Anggota Komisi 3 DPRD Beltim, Akhirudin mengatakan bahwa DPRD Beltim sangat menyetujui langkah-langkah kebijakan yang diambil RSUD Beltim.

“Kalau kami dari Komisi 3 menanggapi masalah pasien yang masuk ke IGD, atau pasien rujukan yang dari Puskesmas itu sebaiknya sudah diswab antigen. Itu berkenaan dengan memang sekarang ini kan kasus pandemi di Belitung Timur, khususnya di Kecamatan Manggar maupun di kecamatan lain sudah sangat meningkat sekali. Jadi karena tenaga medis ini merupakan Garda terdepan, jadi mereka harus menjaga juga, antisipasi dulu,” tutur Akhiruddin.

Kata dia, pasien itu setelah diskrining awal, kemudian nanti tetap akan dilakukan Swab antigen di IGD. Setelah itu, baru nanti akan dilihat hasil dari antigen itu, apakah mereka positif atau negatif. Kalau memang positif, langsung dimasukkan ke gedung isolasi covid untuk tindakan selanjutnya.

“Ini sebetulnya pembicaraan awal ini dari pihak rumah sakit sendiri, mereka ingin menyampaikan terlebih dahulu ke kami Komisi 3, berkenaan dengan mereka akan melakukan kebijakan, berkenaan dengan swab antigen terhadap pasien yang masuk ke IGD rumah sakit. Ini rencana mereka akan diberlakukan pada tanggal 1 Maret 2021. DPRD mendukung sekali, karena untuk memutus penyebaran covid-19,” pungkas pria dengan sapaan akrab Didin.

(REDAKSI BABEL)