Mualaf Center Indonesia dan Tokoh Ormas Islam Cirebon Tegaskan YM Lakukan Penistaan Agama dan Adu Domba Umat

0
204

KOTA CIREBON.- Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh salah seorang pegawai Kementerian Agama YM yang berdomisili di Kota Cirebon kini memasuki babak baru.

Pasalnya semenjak viral video di media sosial YM di Baptis, YM mengaku sudah di syahadatkan lagi melalui As -Sunnah hingga membuat situasi tidak kondusif bagi kalangan umat Islam.

Untuk itu, Mualaf Center Indonesia bersama Yayasan As – Sunnah dan beberapa Ormas Islam menggelar pertemuan atau Tabayyun untuk membahas persoalan YM yang dianggap sudah melakukan adu domba dan menistakan agama Islam bertempat di Masjid Al Jumhur, Kelurahan Karya Mulya Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, Rabu (13/5/20).

Sekertaris Mualaf Center Indonesia Hanny Kristianto (Koh Hanny) mengungkapkan, pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus Tabayyun atas persoalan YM yang diduga sudah mengadu domba umat muslim dan dugaan menistakan agama Islam.

“Pertemuan ini dianjurkan dari para ulama untuk mengundang semua tokoh ormas Islam agar kasus YM dapat terpecahkan. Alhamdulillah hasil dari pertemuan tersebut, kami sepakat jika YM terbukti mengadu domba umat muslim dan menistakan agama,” ujar Koh Hanny usai pertemuan didampingi Tokoh Muda Cirebon Kang Reza.

Baca Juga :

Diduga Lakukan Penistaan Agama, Sekjen Mualaf Centre Indonesia Laporkan Pegawai Kemenag ke Mabes Polri

Soal adanya permasalahan dengan As – Sunnah yang mensyahadatkan YM, Koh Hanny tegaskan hanya ada miskomunikasi dan sekarang sudah clear.

Koh Hanny mengatakan, YM telah memanfaatkan As-sunnah untuk mengadu domba antara Mualaf Center Indonesia dengan As -sunnah terlebih dari semua kalangan Islam. Sebab menurut YM dirinya diminta datang dan di syahadatkan kembali oleh As-sunnah.

“Sebenarnya YM tidak diundang oleh As-sunnah, akan tetapi (YM) sendiri yang minta untuk datang ke As-sunnah dan minta disyahadatkan. Namun pihak As-sunnah saat itu menolak untuk membimbing mensyahadatkan YM, akhirnya YM membaca syahadat sendiri itupun katanya membacanya salah,” terang Koh Hanny.

Ia menambahkan, jika pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib untuk di proses lebih lanjut mengenai dugaan Penistaan Agama, Adu domba umat.

“Alhamdulillah, kami sudah laporkan ke Bareskrim Polri. Pengacara kami sudah menangani pelaporan ini dan sudah diterima dengan baik oleh Bareskrim Polri,” paparnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan Yayasan As-sunah Diding Sobaruddin mengatakan, permasalahan As-sunah yang dituding mensyahadatkan kembali YM itu tidak benar. Semua itu hanya akal – akalan dari YM yang ingin mengadu domba umat.

”Alhamdulillah sudah clear, kami sebelumnya sudah komunikasi dengan koh Hanny dan kami tadi sengaja bertemu untuk menegaskan semua itu bahwasannya ada kondisi yang menyebabkan kita diadu domba antar sesama muslim,” ujar Diding.

Diding menceritakan, awal pihaknya hanya berempati kepada keluarganya agar keluarga intinya tidak dibawa YM ke agama barunya. Pasalnya, jika hubungan keluarga mereka dalam hukum islam itu menjadi batal. Pihaknya hanya  memberikan penyadaran, kemudian ternyata disitu YM ingin didengarkan baca syahadat. Jadi bukan pihaknya mensyahadatkan, karena pihaknya tidak punya kapasitas untuk itu.

“YM minta disyahadatkan. Bukan kami yang mensyahadatkan, karena tidak mempunyai kapasitas untuk itu,” jelas Diding.

Diding menegaskan, Yayasan As-sunah tidak melakukan cara apapun bersama YM, itu murni hanya kekeluargaan dengan tujuan menasehati. Adapun tempat dirinya sudah izin kepada Ketua Yayasan untuk disitu karena ini kondisi suasana PSBB.

“Jadi kami hanya kekeluargaan dengan tujuan menasehati bukan untuk mensyahadatkan dia.
Sekali lagi saya sampaikan kepada kaum muslimin, netizen dan sebagainya, bahwa secara yayasan As- sunnah tidak melakukan acara apapun bersama YM,” tegasnya.

Diding menambahkan, benang merah dari hasil pertemuan dengan beberapa pihak. Pihaknya mencium adanya sistem adu domba yang dilakukan YM, khususnya As-sunah dengan semua tokoh ormas Islam.

“Baiknya permaslahan ini di proses secara hukum. Karena perilaku ini tidak terpuji dan akan membuat gesekan yang lebih besar,” terangnya.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Cirebon Raden Reza mengatakan kejadian ini sangat mengusik masyarakat Cirebon. Awalnya YM mengaku sebagai seorang ustad, jadi sangat merugikan dan membawa nama buruk bagi Cirebon.

“Mari kita melihat kasus ini secara jernih, dan kami menginginkan sebagai warga Cirebon tidak ingin ada perpecahan. Tentunya kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” pungkasnya. (Kris)